Golkar Hampir Final Usung Khofifah Jadi Calon Gubernur Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seusai menjadi pembicara kunci dalam Workshop Kesatuan Perempuan Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, 25 Agustus 2017. Tempo/Arkhelaus W.

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seusai menjadi pembicara kunci dalam Workshop Kesatuan Perempuan Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, 25 Agustus 2017. Tempo/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan keputusan mengusung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 hampir final.

    "Sementara Jawa Timur hampir sudah mendekati proses final. Selama ini Ibu Khofifah intens komunikasi," kata Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jumat, 22 September 2017.

    Baca: Gus Ipul Siap Bersaing dengan Khofifah di Pilkada Jawa Timur

    Idrus berujar Khofifah sudah menjalin komunikasi dengan tim pemenangan pemilu, koordinator wilayah Partai Golkar Jawa Timur, serta dengan Ketua Umum Setya Novanto sebelum sakit.

    Idrus belum memastikan kapan surat keputusan rekomendasi Khofifah sebagai calon gubernur bakal turun. Dia hanya mengatakan DPP Partai Golkar akan menggelar rapat Senin pekan depan. Adapun agenda rapat, kata Idrus, yaitu membahas rapat kerja nasional (rakernas) pada 20-25 Oktober 2017 di Makassar.

    Simak: Khofifah Beri Sinyal Kuat Bakal Maju ke Pilgub Jawa Timur 2018

    "Mungkin rapat hari Senin itu kami akan membahas persiapan hari ulang tahun sekaligus rakernas. Tapi kita lihat nanti peluangnya seperti apa (membahas pilkada)," ujar Idrus.

    Khofifah memang santer disebut-sebut bakal maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada pemilihan kepala daerah tahun depan. Selain Golkar, sejauh ini Partai Gerindra  juga tertarik menyokong Ketua Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

    Lihat: Muhaimin PKB Minta Khofifah Urung Maju Pilkada Jatim, Kenapa?

    Khofifah dinilai sebagai lawan sepadan buat Saifullah Yusuf yang sudah pasti dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Hasil survei selama ini memperlihatkan elektabilitas dua tokoh tersebut lebih tinggi di antara calon-calon lainnya. Bila Khofifah dan Saifullah berkompetisi seperti dua pilgub sebelumnya, dipastikan suara nadhliyin bakal terbelah mengingat Saifullah juga masuk dalam struktur Pengurus Besar NU.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.