Memupuk Toleransi Lewat Botram Pelajar Lintas Agama

Reporter

Jumat, 4 November 2016 07:25 WIB

Para siswa dan guru SMPN 1 Purwakarta, Jawa Barat, sedang menerima wejangan soal keragaman agama di dunia pendidikan dari Bupati Dedi Mulyadi, seusai melaksanakan salat dhuha bersama di masjid sekolah, Selasa, 1 Nopember 2016. Pemkab Purwakarta menyediakan fasilitas buat semua pelajar yang beragama resmi yang diakui pemerintah di setiap sekolah plus para guru ruhaninya.TEMPO/Nanang Sutisna

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat di Purwakarta, Jawa Barat, menghelat acara “Botram Pelajar Lintas Agama” di Bale Paseban, kompleks perkantoran Bupati Purwakarta, Rabu, 2 November 2016. Botram adalah tradisi makan bersama dengan tetangga dalam masyarakat Sunda.

Para murid beragama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Kong Hu Chu itu berpakaian khas agama masing-masing. Sebelum botram dimulai, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu berdoa bersama sesuai agama masing-masing.

Selanjutnya, mereka makan bersama dengan menu tradisional khas Purwakarta, sate maranggi. Pelajar berbeda agama dan beda sekolah itu saling menyuapi. "Sikap toleran di antara pelajar Purwakarta sudah terpupuk dengan baik," kata Ketua Satuan Tugas Toleransi Kabupaten Purwakarta Jhon Dhin.

Jhon, penggagas botram, mengaku sangat terharu sekaligus gembira menyaksikan keakraban yang terbangun dalam acara itu. Mereka akrab, bercengkerama, bersenda gurau, dan saling menyuapi, sudah seperti keluarga sendiri. "Tepat, seperti nilai-nilai yang terkandung di balik botram yang diajarkan orang tua Sunda baheula (leluhur)."

Hal yang ingin dibangun dalam helatan santai itu, kata Jhon, adalah agar pendidikan toleransi berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat tertanam sejak dini. Ia membantah tudingan sebagian orang yang menyatakan bahwa Botram Pelajar Lintas Agama menjadi ajang tukar-menukar akidah. "Tuduhan itu sangat tendensius."

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan dari acara botram diharapkan memunculkan gagasan baru yang disebut pelajar Relawan Toleransi, yang bertugas memelihara keanekaragaman agama dan budaya di sekolah masing-masing. “Makan bersama bahkan saling menyuapi, sehingga keberagaman dan keberagamaan bisa tercipta dari lingkungan sekolah. Itu pelajaran toleransi,” ujar Dedi.

Pegiat toleransi, Denny Siregar, yang hadir dalam acara itu, mengatakan toleransi tingkat tinggi sudah terbangun di kalangan pelajar Purwakarta. "Ini layak dijadikan role model di tingkat nasional."

Menurut penulis buku Tuhan Dalam Secangkir Kopi itu, di Nusa Tenggara Timur, kiai dan pastor mampu hidup berdampingan dan memberikan ajaran toleransi kepada masyarakat. Namun yang terjadi di Purwakarta, menurut dia, lebih dahsyat lagi. “Aura toleransi ini harus menyebar ke seluruh Indonesia.”

Di NTT, kata Denny, karena muslim minoritas, mereka ikut yang mayoritas. Namun, di Purwakarta, dengan mayoritas muslim, ternyata suasana toleransi lebih baik.

Lagata Tri Dewi, siswa kelas XI SMAN Campaka, pemeluk Buddha, mengaku merasakan adanya kedamaian dan keakraban luar biasa yang terbangun dalam acara botram. Ia mengaku bangga menjadi pelajar Purwakarta yang bisa memelihara damai di antara umat beragama sejak dini. “Kami minoritas diberikan ruang yang sama dengan mayoritas.”

NANANG SUTISNA

Berita terkait

Miniatur Toleransi dari Tapanuli Utara

31 hari lalu

Miniatur Toleransi dari Tapanuli Utara

Bupati Nikson Nababan berhasil membangun kerukunan dan persatuan antarumat beragama. Menjadi percontohan toleransi.

Baca Selengkapnya

Indonesia Angkat Isu Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Sidang Dewan HAM PBB

48 hari lalu

Indonesia Angkat Isu Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Sidang Dewan HAM PBB

Isu tersebut dinggap penting diangkat di sidang Dewan HAM PBB untuk mengatasi segala bentuk intoleransi dan prasangka beragama di dunia.

Baca Selengkapnya

Asal-usul Hari Toleransi Internasional yang Diperingati 16 November

16 November 2023

Asal-usul Hari Toleransi Internasional yang Diperingati 16 November

Setiap 16 November diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional.

Baca Selengkapnya

Dana Abadi Pesantren Merupakan Hasil Perjuangan PKB

27 Oktober 2023

Dana Abadi Pesantren Merupakan Hasil Perjuangan PKB

Program Dana Abadi Pesantren sudah berjalan selama 2 tahun dan sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh pondok-pondok pesantren.

Baca Selengkapnya

Terkini Metro: Pangdam Jaya Ajak Remaja Masjid Jaga Toleransi, BMKG Minta Warga Depok Waspada Kekeringan

18 Juni 2023

Terkini Metro: Pangdam Jaya Ajak Remaja Masjid Jaga Toleransi, BMKG Minta Warga Depok Waspada Kekeringan

Kepada remaja masjid, Pangdam Jaya mengatakan pluralisme sebagai modal kuat dalam bekerja sama untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Mas Dhito Puji Toleransi Umat Beragama Desa Kalipang

24 Mei 2023

Mas Dhito Puji Toleransi Umat Beragama Desa Kalipang

Berbudaya itu, bagaimana budaya toleransi beragama, menghargai umat beragama lain, budaya tolong menolong.

Baca Selengkapnya

Ngabuburit di Tepi Danau Jakabaring Sambil Lihat Simbol Toleransi Beragama

1 April 2023

Ngabuburit di Tepi Danau Jakabaring Sambil Lihat Simbol Toleransi Beragama

Di akhir pekan atau hari libur nasional, Jakabaring Sport City menjadi pilihan destinasi liburan dalam kota yang seru.

Baca Selengkapnya

Ketua MPR Ajak Junjung Tinggi Nilai Toleransi Agama

16 Februari 2023

Ketua MPR Ajak Junjung Tinggi Nilai Toleransi Agama

Indeks perdamaian global terus memburuk dan mengalami penurunan hingga 3,2 persen selama kurun waktu 14 tahun terakhir.

Baca Selengkapnya

Bamsoet: MPR dan MUI Siap Gelar Sosialisi Empat Pilar MPR

2 Februari 2023

Bamsoet: MPR dan MUI Siap Gelar Sosialisi Empat Pilar MPR

Sosialisasi itu akan mengangkat tema seputar peran organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas bangsa.

Baca Selengkapnya

586 Kendaraan Dinas Pemkab Ponorogo Menunggak Pajak Tahunan

19 Januari 2023

586 Kendaraan Dinas Pemkab Ponorogo Menunggak Pajak Tahunan

Polda Jawa Timur (Jatim) melaporkan ada ratusan kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo yang menunggak pajak tahunan

Baca Selengkapnya