Menteri M. Nasir Mengaku Sudah Siapkan Landasan untuk Ristekdikti

Reporter

Antara

Editor

Purwanto

Jumat, 18 Oktober 2019 21:53 WIB

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir mengaku sudah menyiapkan "landasan" untuk menristekdikti yang baru untuk bekerja dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam periode pemerintahan 2019 hingga 2024.

"Saya rasa ini harus kerja keras. Ini landasan sudah saya siapkan dengan baik, ini harusnya tinggal take off aja karena semua tinggal lari karena ini semua harus kita perbaiki," kata Nasir dalam Bedah Kinerja Capaian Lima Tahun Kemristekdikti di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan sejumlah kebijakan telah dipangkas, penguatan kebijakan untuk mendukung ekosistem riset yang lebih baik telah dilakukan termasuk dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek) yang membawa angin segar untuk jaminan hasil invensi peneliti dan perekayasa akan dipakai pemerintah.

Nasir mendorong hingga keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 hingga 2045, dengan sembilan fokus penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, yakni pangan dan pertanian, energi baru dan terbarukan, kesehatan dan obat, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan, material maju, kemaritiman, kebencanaan, serta sosial humaniora, seni budaya dan pendidikan.

Nasir juga mendorong agar badan riset dan inovasi nasional segera dibentuk di pemerintahan Jokowi mendatang untuk memperkuat integrasi penelitian dan pengembangan.

Dia menyebutkan koordinasi juga harus diperkuat antara kementerian dan lembaga, sesama kementerian dan sesama lembaga serta antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemajuan riset dan inovasi Indonesia.

Selain perampungan kebijakan untuk ekosistem riset yang lebih baik, Nasir melanjutkan perlu juga menata ulang kembali peraturan perundang-undangan yang terkait bidang pendidikan tinggi untuk mendorong peningkatan peringkat dan jumlah perguruan tinggi Indonesia masuk kelas dunia.

ANTARA

Berita terkait

Mahfud Md Mundur, Fakta-fakta Ramainya Soal Menteri Mundur Sejak Pekan Lalu

1 Februari 2024

Mahfud Md Mundur, Fakta-fakta Ramainya Soal Menteri Mundur Sejak Pekan Lalu

Mahfud Md mundur dari jabatan Menkopolhukam di Kabinet Jokowi di tengah gonjang-ganjing politik Tanah Air menjelang Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

Kabar Bakal Masuk Kabinet Jokowi, PAN: Posisi Kami Menunggu

18 April 2021

Kabar Bakal Masuk Kabinet Jokowi, PAN: Posisi Kami Menunggu

PAN sangat mengapresiasi jika tawaran bergabung ke kabinet Jokowi itu benar terjadi.

Baca Selengkapnya

Survei: Ekonomi Masih Jadi Masalah di Era Jokowi Jilid II

16 Februari 2020

Survei: Ekonomi Masih Jadi Masalah di Era Jokowi Jilid II

Terjadi peningkatan dibandingkan Maret 2015, yakni kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi 57,5 persen dan yang tidak puas 37,5 persen.

Baca Selengkapnya

Kata Puan Soal Andi Arief Tuding Megawati Jegal AHY Jadi Menteri

28 Oktober 2019

Kata Puan Soal Andi Arief Tuding Megawati Jegal AHY Jadi Menteri

Puan Maharani membantah Megawati menjadi penghalang AHY menjadi menteri.

Baca Selengkapnya

Ketua Umum Projo Jadi Wamen, Pemilik Seword: Nggak Punya Malu, Ya

27 Oktober 2019

Ketua Umum Projo Jadi Wamen, Pemilik Seword: Nggak Punya Malu, Ya

Alif juga mengkritik sikap Budi Arie yang batal membubarkan Projo setelah mendapat posisi di Kabinet Jokowi Jilid II.

Baca Selengkapnya

Unggah Foto Bareng Susi Pudjiastuti, Jonan: We Will Do More

27 Oktober 2019

Unggah Foto Bareng Susi Pudjiastuti, Jonan: We Will Do More

Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengunggah potret hitam-putih berisi kenang-kenangan bersama bekas koleganya, Susi Pudjiastuti.

Baca Selengkapnya

Tantangan Kabinet Jokowi Jilid II, Indef: Indonesia Kekurangan Petani Milenial

26 Oktober 2019

Tantangan Kabinet Jokowi Jilid II, Indef: Indonesia Kekurangan Petani Milenial

Indef menyatakan Indonesia kekurangan petani milenial yang menjadi tantangan kabinet Jokowi Jilid II.

Baca Selengkapnya

Hanura Tersinggung Ucapan Jubir Jokowi soal Kabinet Sudah Final

26 Oktober 2019

Hanura Tersinggung Ucapan Jubir Jokowi soal Kabinet Sudah Final

Inas juga tersinggung dengan pernyataan Fadjroel yang menurutnya menyebut bahwa kabinet sudah bekerja dengan baik tanpa Hanura, PKPI, dan PBB.

Baca Selengkapnya

Di Depan OSO, Jokowi Minta Maaf soal Susunan Kabinet

26 Oktober 2019

Di Depan OSO, Jokowi Minta Maaf soal Susunan Kabinet

Jokowi bercerita rumitnya dalam memutuskan calon menteri. Dia menerima 300 nama, tapi hanya bisa memilih 34 orang di antaranya.

Baca Selengkapnya

Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri, Intip Besaran Gajinya

25 Oktober 2019

Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri, Intip Besaran Gajinya

Berapa gaji para wakil menteri yang baru saja dilantik Jokowi?

Baca Selengkapnya