LBH Yakin Ervani Tak Cermarkan Nama via Facebook  

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Puluhan warga dusun Gedongan, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, kabupaten bantul menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembebasan Ervani Emi Handayani di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, 11 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

TEMPO.CO, Yogyakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Yogyakarta, Syamsudin Nurseha, mengatakan akan menghadirkan sejumlah saksi ahli dalam persidangan lanjutan Ervani Emi Handayani, yang terjerat Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), di Pengadilan Negeri Bantul pada pekan depan.

Saksi-saksi ahli itu akan memberikan penilaian mengenai kebenaran adanya unsur pencemaran nama baik dalam komentar Ervani di akun Facebook miliknya. "Kami sudah berkonsultasi dengan para ahli pidana, bahasa dan cyber crime (kejahatan siber)," kata Syamsudin di Kantor LBH Yogyakarta pada Sabtu, 15 November 2014. (Dikritik, Pemecatan Siswa karena Status Facebook)

Menurut Syamsudin, semua ahli itu sepakat menilai pernyataan Ervani di akun Facebook miliknya tidak termasuk dalam kategori pencemaran nama baik. Tulisan Ervani hanya bermaksud mengkritik manajemen tempat suaminya bekerja. "Kami juga akan menghadirkan pakar dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) yang menilai tidak ada unsur pencemaran nama baik di kasus ini," kata dia. (Warga Bantul Diadili Akibat Mengkritik di Facebook)

Menurut Syamsudin, saksi ahli dari Kemenkominfo menganggap polisi gegabah ketika melimpahkan berkas kasus Ervani ke kejaksaan. Semestinya, dia menambahkan, polisi perlu menggali keterangan ahli di bidang ITE terlebih dahulu untuk menilai obyektivitas materi laporan pencemaran nama baik itu. "Polisi hanya menggali bukti dari pelapor, Ervani dan saksi-saksi," kata Syamsudin. (Gaul di Sosmed, Jokowi Siap Sambut Bos Facebook)

Ervani sebelumnya dilaporkan oleh Diah Sarastuty alias Ayas karena menulis komentar di Facebook yang menyinggungnya pada akhir Maret 2014. Ibu rumah tangga asal Dusun Gedongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul tersebut menulis kritik ke manajemen Toko Jolie Jogja Jewellery yang telah memecat suaminya karena menolak pindah tugas ke Cirebon, Jawa Barat.

Isi komentar Ervani di akun Facebooknya ialah, "Iya sih, Pak har baik. Yang enggak baik yang namanya Ayas (Diah Sarastuty) dan spv (supervisor) lainnya. Kami rasa dia tidak pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewelry. Banyak yang lebay dan masih labil seperti anak kecil!!" Akibat komentar ini, Ervani dilaporkan oleh Diah Sarastuty ke Kepolisian Daerah DIY pada awal Juni 2014. Ervani kemudian ditahan di penjara Wirogunan, Yogyakarta sejak berkas kasusnya dilimpahkan Kepolisian Daerah DIY ke Kejaksaan Tinggi DIY pada 29 Oktober 2014 sampai sekarang. (Florence Sihombing Segera Diadili)

Pada sidang perdana kasus ini, Selasa, 11 November 2014 lalu, kuasa hukum Ervani dari LBH Yogyakarta telah mengajukan penangguhan penahanannya ke Majelis Hakim, namun belum dikabulkan. LBH Yogyakarta kini telah mengumpulkan tanda tangan dari sekitar 90-an warga dan aktivis yang menjamin penangguhan penahanan Ervani. Majelis Hakim PN Bantul, yang diketuai oleh Sulistyo M. Dwi Putro, di persidangan itu memerintahkan sidang lanjutan digelar setiap Senin dan Kamis mulai pekan depan.

Suami Ervani, Alfa Janto berharap kasus yang dialami oleh istrinya menjadi yang terakhir terjadi di Indonesia. Alfa juga mengharapkan hakim di kasus itu bisa memberikan keputusan yang sesuai dengan asas keadilan. "Semoga penangguhan penahanan istri saya juga dikabulkan oleh hakim," kata dia. (Pendiri Facebook Temui Jokowi, VOA Islam Berang)

Alfa menambahkan, komentar istrinya hanya bermaksud mengkritik manajemen perusahaan tempat dia bekerja. Buktinya, menurut Alfa, mediasi yang membahas tuntutan hak pesangon bagi dia, setelah dipecat oleh PT Jolie Jogja Jewellery, baru digelar di Dinas Tenaga Kerja Kota Yogyakarta pada September 2014 atau tiga bulan setelah istrinya menulis komentar di Facebook. "Saya dipecat pada bulan Maret 2014 setelah bekerja lebih dari tiga tahun," kata dia.

Sedangkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Yogyakarta, Hillarius Ngaji Merro, menilai tidak ada unsur kejahatan di kasus Erfani. Karena itu, menurut dia, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi polisi agar berhati-hati dalam menangani laporan berkaitan dengan pencemaran nama baik di internet. "Harus minta keterangan pendapat dan saksi ahli dulu, baru memutuskan melanjutkan laporan atau tidak," kata dia.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM

Berita lainnya:
Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas






Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

1 hari lalu

Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

Istilah vibes kerap diucapkan dalam percakapan atau mungkin sering terlihat di caption media sosial. Lalu apa arti vibes tersebut?


Daftar 40 Tautan Twibbon Hari AIDS Sedunia dan Cara Download

3 hari lalu

Daftar 40 Tautan Twibbon Hari AIDS Sedunia dan Cara Download

Twibbon Hari AIDS Sedunia yang telah dibuat bisa Anda bagikan melalui media sosial.


Langkah Mudah Membuat Instafest Spotify

5 hari lalu

Langkah Mudah Membuat Instafest Spotify

Di media sosial ramai postigan berisi rekap musik sepanjang 2022 dikenal dengan Instafest Spotify. Berikut cara membuatnya.


15 Pelaku Tawuran di Depan McDonald's yang Sebabkan 1 Remaja Tewas Ditangkap

6 hari lalu

15 Pelaku Tawuran di Depan McDonald's yang Sebabkan 1 Remaja Tewas Ditangkap

Polres Metro Tangerang Kota menangkap 15 orang yang diduga terlibat dala tawuran remaja di depan McDonald's, Cipondoh.


Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

8 hari lalu

Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

Elon Musk mengatakan Twitter memperbaiki kesalahan besar dalam menangguhkan akun Donald Trump. Trump tidak akan menggunakan Twitter lagi.


Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

9 hari lalu

Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

Salah satu korban Kris Wu, Du Meizhu yang melakukan Gerakan #MeToo mengungkapkan kelegaannya setelah mendengar vonis dijatuhkan.


Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

10 hari lalu

Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

Orang dalam yang dipecat Meta salah satunya justru yang bekerja pada bagian keamanan.


15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

10 hari lalu

15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

Sebagai bentuk untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 2022, Anda dapat memberikan ucapan untuk guru Anda.


Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

11 hari lalu

Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

Faktor psikologis penyebab umum perasaan lekas marah dan mudah tersinggung antara lain ada trauma masa lalu, tekanan batin, kecemasan, dan autisme.


Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

11 hari lalu

Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

Ghanim Al Muftah mencuri perhatian saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. Ia menolak gunakan kursi roda, memilih jalan dengan tangannya.