Tokoh Papua: Dari 7 Presiden, Jokowi Paling Sering ke Papua

Jum'at, 19 Mei 2017 | 17:00 WIB
Tokoh Papua: Dari 7 Presiden, Jokowi Paling Sering ke Papua
Presiden Jokowi setelah menjajal jalan Trans Papua dengan menaiki motor trail di ruas Wamena-Mamugu 1, Papua, 10 Mei 2017. Presiden berkeliling menggunakan motor selama setengah jam. Biro Pers Istana Presiden

TEMPO.CO, Timika - Tokoh masyarakat Papua Michael Manufandu mengapresiasi keseriusan Presiden Joko Widodo dalam membuka isolasi wilayah pedalaman Papua melalui pembangunan berbagai infrastruktur. Seperti jalan raya, lapangan terbang, dan kebijakan-kebijakan lainnya di bidang pembangunan.

Manufandu mengatakan perhatian yang begitu besar dari pemerintahan Presiden Jokowi terhadap Papua harus disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu.

"Masyarakat Papua harus mengapresiasi dan menghargai apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden Jokowi terhadap pembangunan Papua," kata dia saat dihubungi dari Timika, Jumat, 19 Mei 2017.  (Baca: Cerita Lucu Presiden Jokowi saat Menyusuri Jalur Trans Papua)

Perhatian Presiden Jokowi, dia menilai, merupakan tanda pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Papua. "Sudah seharusnya Pemerintah Daerah di Papua seirama dengan Pusat untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat Papua," kata Manufandu.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk negara Kolumbia itu menilai dari tujuh presiden yang pernah memimpin Indonesia, Presiden Jokowi-lah yang paling sering berkunjung ke Papua. Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua bahkan jauh lebih sering dibanding dengan daerah lain di Indonesia.

"Itu artinya beliau mencintai Papua sehingga tak henti-hentinya beliau selalu datang ke Papua," ujar dia.

Tokoh Papua ini menilai Presiden Jokowi ingin memastikan semua program untuk mempercepat pemerataan pembangunan Papua bisa terlaksana dengan baik. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan raya, bandara, pelabuhan, ketersediaan energi listrik, penerapan program BBM Satu Harga.

"Begitu juga dengan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat," kata mantan Staf Khusus di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Manufandu tidak menampik kenyataan bahwa di era pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini, wilayah Pegunungan Tengah Papua yang begitu sulit kondisi geografisnya dan mengalami ketertinggalan dan ketimpangan pembangunan yang sangat lebar dengan daerah lain terutama di luar Papua mendapat perhatian prioritas.

Berbagai infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, dan lapangan terbang kini dibangun di wilayah Pegunungan Tengah Papua seperti ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan Kenyam Kabupaten Nduga menuju Wamena Kabupaten Jayawijaya sejauh ratusan kilometer.

Di bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan kini terus menggenjot pembangunan sejumlah bandara di pedalaman Papua seperti Bandara Wamena, Bandara Dekai Yahukimo, Bandara Ilaga, Bandara Kenyam, Bandara Asmat, Bandara Timika, Bandara Wagete, Nabire dan lainnya.

"Semua daerah-daerah yang selama puluhan tahun terisolasi itu kini mulai dibuka sehingga masyarakat dari kampung-kampung terpencil yang ada di lereng-lereng gunung, lembah-lembah, rawa-rawa sudah bisa bepergian ke mana-mana," tuturnya.

Dia menambahkan, ada efek domino yang akan terjadi yaitu perubahan terhadap kehidupan warga asli Papua karena mereka sudah menikmati secara langsung pembangunan Presiden Jokowi. "Karena itu, kami menaruh hormat setinggi-tingginya atas keseriusan pemerintah untuk membangun infrastruktur di Papua yang demikian sulit," ujar Manufandu. (Baca: Antropolog Puji Jokowi,Pembangunan Sentuh Wilayah Timur Indonesia)

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan