Pesan Khusus Hendropriyono ke Komandan Paspampres

Rabu, 22 Oktober 2014 | 11:31 WIB
Pesan Khusus Hendropriyono ke Komandan Paspampres
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal (Purn) AM Hendropriyono ketika memberikan keterangan pers usai mengikuti Perayaan hari ulang tahun ke-61 Kopassus di Markas Besar Cijantung, Jakarta, (16/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko resmi melantik Komandan Pasukan Pengamanan Presiden yang baru, Mayor Jenderal Andika Perkasa, dalam upacara serah-terima jabatan di Markas Komando Paspampres, Rabu, 22 Oktober 2014.

Sejumlah petinggi TNI hadir dalam upacara tersebut, seperti Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio. Beberapa purnawirawan jenderal TNI pun hadir, salah satunya adalah Jenderal Abdullah Makhmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara. Hendropriyono adalah mertua dari Mayor Jenderal Andika Perkasa. (Baca: Andika Danpaspampres, Moeldoko: Ini Keputusan Saya)

Hendropriyono punya pesan khusus untuk menantunya. "Saya harap dia bisa menjaga presiden seluruh rakyat Indonesia," kata Hendropriyono yang sudah berada di dalam mobil mewahnya sebelum meninggalkan Mako Paspampres. (Baca: Siapa Andika Perkasa, Komandan Paspampres Jokowi?)

Hendropriyono juga berharap pengawalan yang diberikan menantunya bisa memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. "Dengan begitu, Presiden bisa memimpin bangsa dengan baik."

Sebelumnya, muncul tudingan bahwa pemilihan Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres diwarnai politik kepentingan. Musababnya, Andika adalah menantu dari Jenderal Purnawirawan A.M. Hendropriyono, yang sempat menjadi penasihat khusus Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla ketika masih berkampanye sebagai calon presiden dan wakil presiden.

INDRA WIJAYA








Berita Terpopuler
Fahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato
'Jokowi Enggak Pantas Jadi Presiden' 
JK Coret Calon Menteri Bertanda Merah dari KPK  



















 








 








 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan