Senin, 26 Februari 2018

Pesan Khusus Hendropriyono ke Komandan Paspampres

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 22 Oktober 2014 11:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesan Khusus Hendropriyono ke Komandan Paspampres

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal (Purn) AM Hendropriyono ketika memberikan keterangan pers usai mengikuti Perayaan hari ulang tahun ke-61 Kopassus di Markas Besar Cijantung, Jakarta, (16/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko resmi melantik Komandan Pasukan Pengamanan Presiden yang baru, Mayor Jenderal Andika Perkasa, dalam upacara serah-terima jabatan di Markas Komando Paspampres, Rabu, 22 Oktober 2014.

    Sejumlah petinggi TNI hadir dalam upacara tersebut, seperti Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio. Beberapa purnawirawan jenderal TNI pun hadir, salah satunya adalah Jenderal Abdullah Makhmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara. Hendropriyono adalah mertua dari Mayor Jenderal Andika Perkasa. (Baca: Andika Danpaspampres, Moeldoko: Ini Keputusan Saya)

    Hendropriyono punya pesan khusus untuk menantunya. "Saya harap dia bisa menjaga presiden seluruh rakyat Indonesia," kata Hendropriyono yang sudah berada di dalam mobil mewahnya sebelum meninggalkan Mako Paspampres. (Baca: Siapa Andika Perkasa, Komandan Paspampres Jokowi?)

    Hendropriyono juga berharap pengawalan yang diberikan menantunya bisa memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. "Dengan begitu, Presiden bisa memimpin bangsa dengan baik."

    Sebelumnya, muncul tudingan bahwa pemilihan Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres diwarnai politik kepentingan. Musababnya, Andika adalah menantu dari Jenderal Purnawirawan A.M. Hendropriyono, yang sempat menjadi penasihat khusus Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla ketika masih berkampanye sebagai calon presiden dan wakil presiden.

    INDRA WIJAYA

    Berita Terpopuler
    Fahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato
    'Jokowi Enggak Pantas Jadi Presiden' 
    JK Coret Calon Menteri Bertanda Merah dari KPK  



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.