10 Fakta tentang Wali Kota Batu Eddy Rumpoko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Batu Eddy Rumpoko (tengah) dengan penjagaan anggota Satbrimobda Jatim keluar dari ruang Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, 16 September 2017. Petugas KPK melakukan OTT pada Wali kota Batu Eddy Rumpoko dan satu orang pihak swasta di rumah dinasnya. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Wali kota Batu Eddy Rumpoko (tengah) dengan penjagaan anggota Satbrimobda Jatim keluar dari ruang Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, 16 September 2017. Petugas KPK melakukan OTT pada Wali kota Batu Eddy Rumpoko dan satu orang pihak swasta di rumah dinasnya. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka berkaitan dengan suap proyek belanja modal dan pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017, Ahad, 17 September 2017.

    Menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief, Eddy Rumpoko diduga kuat menerima uang suap sebesar Rp 500 juta. Sebagian uang tersebut diduga untuk melunasi pembelian mobil Alphard. Berikut 10 fakta tentang Eddy.

    Baca juga: Ditangkap KPK, Wali Kota Batu Diperiksa di Polda Jatim

    1. Sebagai pemilik sasana Javanoea, Eddy menggelar kejuaraan tinju pro di Malang pada Desember 1985.

    2. Pada Januari 2003, Eddy Rumpoko menjembatani proses take over klub bola Arema dari pemilik lama Lucky Acub Zainal ke Bentoel.

    3. Agustus 2009, Eddy Rumpoko masuk dalam Dewan Komisaris PT Arema Indonesia, perusahaan yang mengelola Arema secara profesional.

    4. Pada November 2007, Pasangan Eddy Rumpoko-Budiono yang dicalonkan PDIP, memenangi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batu. Berdasarkan hitung cepat KPU Kota Batu, Eddy dan Budiono meraup suara 35,9 persen.

    5. Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya sempat menetapkan Eddy Rumpoko sebagai tersangka. Namun kasusnya diambil alih Polda Jawa Timur. Pada 7 Juni 2012, dikeluarkan SP3.

    7. Pada 8 Agustus 2012, KPU Kota Batu tidak meloloskan pasangan yang diusung PDIP, Demokrat, Gerindra, PAN, PKS, PKPB; Eddy-Punjul Santoso; dalam pemilihan Wali Kota Batu Oktober 2012. Alasannya, keabsahan surat keterangan pengganti ijazah Eddy. Namun, pada 20 September 2012, PTUN Surabaya mengabulkan gugatan Eddy Rumpoko-Panjul Santoso dan memerintahkan KPU Kota Batu memasukkan nama Eddy dalam Pilkada Kota Batu.

    8. Pada 26 Oktober 2012. Pasangan Eddy-Punjul dilantik sebagai Wali Kota Batu.

    9. Pada 8 Mei 2015. Eddy Rumpoko masuk tim transisi PSSI yang beranggotakan 17 orang. Mereka bertugas membenahi PSSI ketika dilanda konflik.

    10. Pada November 2016. Eddy ikut pemilihan Ketua PSSI namun kalah dari Letjen Edy Rahmayadi.

    Sebelum dibawa ke Jakarta untuk diperiksa KPK, Sabtu lalu, Eddy Rumpoko sempat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kronologi operasi tangkap tangan terhadapnya. Dia mengatakan saat penangkapan terhadap dirinya, ia tengah mandi di rumahnya.

    TSE | KARTIKA ANGGRAENI | NUR HADI |


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.