Senin, 19 Februari 2018

Polisi Selidiki Asal Muasal Uang dari Asma Dewi Kepada Saracen

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 07:32 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Selidiki Asal Muasal Uang dari Asma Dewi Kepada Saracen

    Asma Dewi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menyidik asal muasal uang Rp 75 juta dari seorang ibu rumah tangga, Asma Dewi, 52 tahun, kepada kelompok yang diduga menerima jasa memproduksi ujaran kebencian Saracen. “Kami sedang kembangkan terus uang itu berasal dari mana,” kata Juru Bicara Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, saat ditemui di Sekolah Polisi Negara, Pekanbaru, Rabu, 13 September 2017.

    Laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya pengiriman uang itu kepada salah satu pentolan Saracen. Laporan itu telah diserahkan PPATK kepada Badan Reserse Kriminal, Rabu, 13 September, 2017.

    Baca:
    Polisi Usut Alasan Asma Dewi Setor Rp 75 Juta ke Saracen
    Soal Asma Dewi dan Saracen, Polisi Sebut Ada Proposal ...

    Selain asal uang, kata Rikwanto, penyidik saat ini menelusuri motif pengiriman uang itu untuk grup Saracen. “Untuk kegiatan apa saja uang itu? Penyidik juga akan mencari tahu kemungkinan pengiriman uang itu untuk mencapai target tertentu,” ujarnya.

    Asma tidak termasuk dalam struktur organisasi Saracen. Namun diduga dia memiliki kepentingan dengan kelompok dicurigai menerima pesanan ujaran kebencian itu. “Dikatakan dia diduga memesan sesuatu dari Saracen,” ucapnya.

    Baca juga:
    Ikut Kampanye Anies-Sandi, Asma Dewi Bukan Anggota ...
    ICW Curigai Komposisi Majelis Hakim Konstitusi Pemutus ...

    Penyidik Bareskrim menangkap Asma di rumah kakaknya di Kompleks Polri Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 8 September 2017. Asma ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA melalui jejaring sosial Facebook.

    Jejak Asma terendus polisi setelah tim penyidik menemukan dia pernah mentransfer uang senilai Rp 75 juta kepada NS, anggota inti Saracen.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.