Krisis Rohingya, Hanya Indonesia yang Bisa Masuk ke Myanmar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perjuangan pengungsi Rohingya menyeberangi tepian sungai setibanya di Teknaf, Bangladesh, 7 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Perjuangan pengungsi Rohingya menyeberangi tepian sungai setibanya di Teknaf, Bangladesh, 7 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan dunia tengah berharap kepada Indonesia untuk turut membantu penyelesaian krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine, Myanmar. Sebab, hingga sekarang, hanya Indonesia yang bisa membuka akses komunikasi terhadap otoritas Myanmar.

    "Banyak negara lain di ASEAN juga tidak dibuka, yang dibuka cuma Indonesia," katanya saat ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jumat, 8 September 2017.

    Baca: Bertemu Panglima Myanmar, Ini yang Disampaikan Menlu Retno soal Krisis Rohingya

    Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah bertandang ke Myanmar dan bertemu dengan sejumlah pejabat dari otoritas Myanmar, di antaranya penasihat pemerintah Aun San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior U Min Aung Hlaing. Mereka membahas soal penyelesaian krisis Rohingya di Rakhine.

    Dalam kesempatan itu, pemerintah Indonesia telah mengusulkan dibentuknya mekanisme penyaluran bantuan yang melibatkan negara-negara ASEAN dan International Committee for the Red Cross (ICRC), yang dipimpin pemerintah Myanmar.

    Baca: Bahas Rohingya, Menlu Retno Bertemu Aung San Suu Kyi

    Selain itu, pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Bangladesh. Melalui komunikasi ini, Indonesia berencana mengirimkan bantuan kepada para pengungsi dari Rakhine yang lari ke perbatasan Bangladesh. "Pemerintah akan segera mengirimkan bantuan, baik dalam bentuk barang maupun uang, kepada pemerintah Bangladesh untuk menangani pengungsi Rakhine yang ada di perbatasan Bangladesh," ujarnya.

    Infografis: Perjalanan Konflik Rohingya

    Pratikno juga menyinggung mengenai banyak sekali aksi-aksi membela Myanmar hingga hari ini. Menurut dia, masalah mendesak yang perlu segera dilakukan adalah menjalin diplomasi dan segera menyudahi krisis kemanusiaan di Rakhine.

    Arahan ini sesuai dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo untuk menangani permasalahan kemanusiaan Rohingya daripada hanya sekadar melakukan banyak kecaman. "Jadi tekanan harus dilakukan dan negosiasi harus dibicarakan, tapi penanganan kemanusiaan harus diselesaikan secara cepat," ucapnya.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.