Tahun 2019, Jokowi Minta Menteri Fokus Kerja, Kampanye Urusan Projo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada pemilu kali ini, banyak relawan bergerak dari bermacam-macam kalangan. Salah satunya adalah relawan dari Posko rakyat Projo yang bermarkas di kawasan Pancoran Timur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pada pemilu kali ini, banyak relawan bergerak dari bermacam-macam kalangan. Salah satunya adalah relawan dari Posko rakyat Projo yang bermarkas di kawasan Pancoran Timur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Walau belum secara tegas menyatakan akan maju di Pemilihan Presiden 2019, Presiden Joko Widodo sudah ancang-ancang menghadapi tahun politik 2018-2019 mendatang. Jokowi bahkan sudah menegaskan bahwa Projo akan bertugas untuk melakukan kampanye jelang Pilpres 2019.

    Projo adalah sebutan para relawan Jokowi yang dahulu menyokongnya pada Pilpres 2014 dan kini tergabung dalam ormas Projo.   Karena itu, Jokowi meminta para menteri untuk tidak ikut ikutan berkampanye.

    Baca juga: Tjahjo Berharap JK Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi di Pilpres 2019

    "Kampanye itu bagian Projo. Bener ndak?" ujar Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional Ormas Projo III di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 4 September 2017.

    Pernyataan Jokowi itu sontak dibalas oleh para relawan dengan bersorak mengiyakan. "Saya minta semua menteri untuk fokus kepada pekerjaan saja. Itu karena mereka bekerja untuk rakyat, bukan untuk siapa siapa (lainnya)," ujar  Jokowi.

    Baca juga: Alasan Jusuf Kalla Tak Mungkin Ketuai Tim Sukses Jokowi di 2019

    Presiden Joko Widodo melanjutkan bahwa kampanye bukanlah tugas para menteri walau mereka ada yang berlatar belakang kader Parpol. Ia berkata, hal itu adalah tugas relawan di mana salah satunya adalah Projo.

    Nah, kepada Projo, Presiden Joko Widodo mengarahkan mereka untuk menyampaikan apa saja capaian pemerintah selama ini. Menurut Jokowi, banyak capaian pemerintah yang belum sampai ke masyarakat.

    Baca juga: Langkah Politik Hary Tanoe, Perindo Dukung Jokowi Pilpres 2019

    Ia memberi contoh hal hal yang bisa disampaikan mulai soal dana desa yang naik terus hingga Rp 60 triliun, pembangunan infrastruktur transportasi di berbagai daerah, hingga penyebaran Kartu Indonesia Sehat. Menurutnya, masih ada warga yang beranggapan pemerintah belum adil.

    "Saya minta relawan sampaikan hal hal yang ada di sini, biar ini jadi program kita. Kalau yang lain lain mengklaim, repot kita," ujar Presiden Joko Widodo sedikit menyindir calon calon kompetitornya nanti.

    Baca juga: Pilpres 2019, PDIP Minta Satu Paket Capres dan Cawapres

    "Kalian jangan diam saja," ujar Jokowi menambahkan yang dilanjutkan dengan tawa dari pendukungnya.

    Ketua Projo Budi Arie sudah memberi sinyal siap mengikuti arahan Presiden Joko Widodo. Ia berkata, Projo siap mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga tahun 2024 alias dua periode. "Projo adalah rumah besar pendukung militan Jokowi," ujarnya dalam pidato pembukaan.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.