Majelis Budha Indonesia Desak Myanmar Hentikan Konflik Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelopok stnis Rohingya menempati sebuah tempat penampungan usai kembali terjadinya serangan pada pemukiman merekan, di Kamp Pengungsi Terdaftar Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, 30 Agustus 2017. Serangan dan kekerasan pada etnis Rohingya kembali terjadi, hingga kini jumlah korban tewas sudah mencapai 1.000 orang. REUTERS

    Kelopok stnis Rohingya menempati sebuah tempat penampungan usai kembali terjadinya serangan pada pemukiman merekan, di Kamp Pengungsi Terdaftar Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, 30 Agustus 2017. Serangan dan kekerasan pada etnis Rohingya kembali terjadi, hingga kini jumlah korban tewas sudah mencapai 1.000 orang. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Majelis-Majelis Budha Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan bantuan, perlindungan dan hak asasi dasar kepada masyarakat Rakhine terkait terjadinya krisis kemanusiaan di sana. Menurut mereka, konflik yang terjadi di Rakhine tak terkait dengan agama.

    "Konflik yang terjadi tidak terkait kepada agama melainkan konflik kemanusiaan dan sosial," demikian bunyi rilis yang diterima Tempo, Ahad, 3 September 2017. Oleh karena itu, pimpinan Majelis-Majelis Budha Indonesia menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memperluas konflik yang terjadi di Rakhine, Myanmar tersebut ke dalam ranah agama.

    Baca : NU dan Muhammadiyah Desak PBB Hentikan Krisis Rohingya

    Akibat konflik tersebut, dikabarkan sekitar 400 orang meninggal dalam bentrokan yang terjadi antara militer Myanmar dan pemberontak bersenjata di Rakhine. Krisis ini menyebabkan warga Rakhine yang kebanyakan merupakan warga dari etnis muslim Rohingya menjadi korban. Puluhan ribu orang telah bergerak untuk mengungsi ke perbatasan Bangladesh.

    Pimpinan Majelis-Majelis Budha Indonesia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia supaya tidak terprovokasi untuk menyebarkan kebencian dan menyaring semua informasi yang beredar di media sosial. Selain itu, pimpinan Majelis-Majelis Budha di Indonesia meminta kepada pihak Cyber Crime Polri dan Badan Intelejen Negara untuk mendeteksi informasi-informasi yang berbentuk provokasi supaya tidak menyebar ke masyarakat.

    Baca : Tragedi Rohingya, Kaum Profesional Geruduk Kedutaan Myanmar

    "Mengimbau juga kepada seluruh umat beragama dan khususnya umat Budha untuk tidak terprovokasi. Tak lupa juga mengingatkan bahwa tidak ada agama yang bisa dikaitkan dengan aksi terorisme," bunyi imbauan tersebut.

    Terakhir, melalui pernyataan sikapnya, pimpinan Majelis-majelis Budha Indonesia menyatakan keprihatinan dan kesedihan yang mendalam atas konflik kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. "Menyampaikan empati mendalam atas penderitaan yang dialami etnis Rohingnya dan masyarakat Rakhine, Myanmar secara umum."

    Pimpinan Majelis-majelis Budha Indonesia terdiri dari perwakilan pimpinan majelis Budha di Indonesia, antara lain Bhikku Dammakaro Mahathera dari Sangha Theravada Indonesia, Bhiksu Duta Smitri Sthavira dari Sangha Mahayana Indonesia, Bhikku Bhadrasradha dari Sangha Agung Indonesia, Arief Harsono dari Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia, Maha Pandita Utama Suhadi Senjaja dari Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia, Sugiartana dari Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia dan Aditya Kristanto dari Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Buddhis Indonesia.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.