AJI Bandung Dicatut Buat Cari Sumbangan, Pengurus Lapor Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung melakukan unjuk rasa memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bandung, Jawa Barat. (3/5). Mereka mendesak aparat segera mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis yang masih menggantung. TEMPO/Aditya Herlambang

    Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung melakukan unjuk rasa memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bandung, Jawa Barat. (3/5). Mereka mendesak aparat segera mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis yang masih menggantung. TEMPO/Aditya Herlambang

    TEMPO.CO, BandungAliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung membuat laporan ke Kepolisian Daerah Jawa Barat ihwal dugaan pencatutan kop surat dan pemalsuan tanda tangan anggota AJI Bandung. Pencatutan kop surat tersebut dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan AJI Garut dan AJI Jabar untuk keperluan meminta dana.

    Ketua AJI Bandung  Ari Syahril Ramadhan merasa dirugikan atas beredarnya surat yang mengatasnamakan AJI. Surat tersebut, kata dia, sudah dipastikan palsu dan tidak bersumber dari anggota AJI. Ia sudah membuat laporan ke Polda Jawa Barat pada Rabu, 30 Agustus 2017, dengan nomor laporan LP.B/794/VIII/2017/Jabar.

    "AJI Bandung menyatakan surat tersebut fiktif dan terindikasi melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan dokumen," ujar Ari melalui rilis yang diterima Tempo.

    Baca: AJI Bandung Tolak Amplop untuk Wartawan

    Bagian atas surat tersebut tercantum kop surat Aliansi Jurnalis Independen. Di bawah kop  tertera dua alamat, yakni Jalan Babakan Ciamis Kota Bandung dan di Jalan Raya Samarang Pasirwangi 556, Garut. Surat berisi pengajuan permintaan dana untuk kegiatan perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Terdapat tanda tangan Ketua AJI Bandung periode 2014-2017 yang diduga dipalsukan.

    "Di surat tersebut disebutkan mereka meminta dana untuk kegiatan lomba, pengobatan gratis dan pembagian sembako di aula AJI. Kami AJI Bandung maupun AJI Indonesia tidak memiliki aula,” ujar Ari.

    Selain itu, Ari mengatakan, AJI tidak memiliki struktur organisasi di Garut serta di tingkat Provinsi Jawa Barat. "Kami menduga nama kami dicatut oleh pembuat surat untuk mengeruk keuntungan," ucapnya.

    Simak: AJI Bandung Desak Tuntaskan Kasus Pembunuhan Jurnalis

    Ari meminta pihak-pihak yang pernah mendapatkan surat permintaan sumbangan itu untuk melapor ke AJI Bandung atau ke kantor polisi terdekat. Ia juga meminta agar pelaku  mau mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri ke kepolisian.

    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan polisi menindaklanjuti laporan tersebut. Penyidik, ujar dia, akan melakukan kajian terhadap bukti-bukti yang dilaporkan.

    "Akan kami lakukan kajian terkait laporan tersebut, nanti hasil dari kajian terhadap laporan dari AJI akan menjadi bahan apakah bisa ditindak lanjuti atau tidak," ujar Umar kepada Tempo.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.