Dua Trafo PLTG Sunyaragi Meledak, Cirebon Gelap Gulita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengoprasian trafo gardu Induk Tegangan Tingggi (GITET) pasca terbakar di Cawang, Jakarta (06/12). Dengan kembali aktifnya gardu ini, penerangan Jakarta dan sekitarnya dapat kembali normal. TEMPO/Dwi Narwoko

    Pengoprasian trafo gardu Induk Tegangan Tingggi (GITET) pasca terbakar di Cawang, Jakarta (06/12). Dengan kembali aktifnya gardu ini, penerangan Jakarta dan sekitarnya dapat kembali normal. TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Cirebon - Seluruh wilayah Kota Cirebon dan sebagian wilayah Kabupaten Cirebon dilaporkan gelap gulita sejak Selasa malam, 29 Agustus 2017 hingga Rabu dini hari 30 Agustus 2017. Penyebab matinya jaringan listrik ini karena dua trafo di PLTG Sunyaragi Cirebon meledak dan terbakar.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tempo, dua trafo yang ada di PLTG Sunyaragi meledak dan terbakar sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa malam 29 Agustus 2017. Meledaknya trafo teraebut bersamaan dengan hujan deras dan petir yang turun di Kota Cirebon.

    Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di PLTG Sunyaragi tersebut. Api berhasil dikuasai, namun hingga kini pemadaman listrik masih terjadi di seluruh wilayah Kota Cirebon serta sebagian Kabupaten Cirebon.

    Humas PT PLN APJ Cirebon, Amir, saat dikonfirmasi mengungkapkan ada dua trafo yang terbakar. "Saat ini masih dalam perbaikan," katanya singkat.

    Sementara itu hingga berita ini diturunkan pemadaman listrik masih terjadi di hampir semua wilayah di Kota Cirebon. "Padahal tadi habis hujan, sekarang justru jadi panas sekali," kata Yadi, warga Cangkring, Kota Cirebon. Ia bahkan sampai keluar rumah untuk melihat kondisi tetangga sekaligus mencari udara segar. "Kipas mati, anak anak tidurnya jadi tidak tenang," katanya.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.