Kasus Saracen, DPR Minta Masyarakat Waspada Menjelang Pilkada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga tersangka dihadirkan dalam gelar perkara penebar ujaran kebencian, di Mabes Polri, Jakarta, 23 Agustus 2017. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim berhasil mengungkap sindikat kelompok Saracen. TEMPO/Imam Sukamto

    Tiga tersangka dihadirkan dalam gelar perkara penebar ujaran kebencian, di Mabes Polri, Jakarta, 23 Agustus 2017. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim berhasil mengungkap sindikat kelompok Saracen. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat Abdul Kharis Almasyhari meminta masyarakat waspada pasca-tertangkapnya kelompok Saracen, sindikat penyedia jasa konten kebencian. Menurut dia, kewaspadaan perlu apalagi menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019.

    "Saya yakin masih banyak kelompok-kelompok seperti Saracen yang belum tersentuh, apalagi menjelang Pilkada 2018 dan Pemiu 2019", kata Abdul Kharis melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017.

    Baca juga: Petinggi Saracen Jasriadi Punya Usaha Les Privat dan Sewa Mobil

    Ia menganggap penangkapan sindikat seperti Saracen adalah fenomena gunung es. Abdul Kharis, yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera, menilai perlakuan Saracen berpotensi menimbulkan konflik suku, agama, ras, dan antargolongan.

    Ia pun meminta kepolisian memberantas kelompok ini. "Mereka harus diberantas dengan tegas sampai ke aktor intelektual yang ada di belakangnya," ujarnya.

    DPR, kata Abdul Kharis, meminta pemerintah menindak penyebar konten negatif. Ia juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia, Komisi Informasi Pusat, dan Dewan Pers segera melakukan peningkatan literasi media. Ia pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dan mengecek kembali setiap informasi di media sosial dan media massa.

    Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap tiga orang dari kelompok Saracen. Polisi menyebut kelompok ini memiliki keahlian untuk mencaplok akun media sosial hingga membaca situasi pemberitaan.

    Kepolisian menyebut jaringan kelompok Saracen berjumlah lebih dari 800 ribu akun. Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid mengapresiasi kerja kepolisian untuk menangkap kelompok Saracen. Menurut dia, kejahatan jenis ini tidak kasat mata. "Kejahatan ini biasanya berjaringan, sehingga penangkapan Saracen dapat menjadi pintu masuk Polri mengungkap jaringan-jaringan lainnya,” kata Meutya.

    ARKHELAUS W.


  • DPR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.