Ini Bahayanya Bungkus Daging Kurban dengan Kantong Plastik Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karyawan menguliti kambing yang telah disembelin dalam memperingati Idul Adha di kantor TEMPO, Palmerah, Jakarta, 13 September 2016. Daging kambing dan sapi yang disembelin akan diberikan pada warga sekitar. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah karyawan menguliti kambing yang telah disembelin dalam memperingati Idul Adha di kantor TEMPO, Palmerah, Jakarta, 13 September 2016. Daging kambing dan sapi yang disembelin akan diberikan pada warga sekitar. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat agar menghindari penggunaan kantong plastik atau kresek berwarna hitam sebagai bungkus daging kurban saat Idul Adha 1438 H nanti. Alasannya, karena dapat tertempel cemaran kimia berbahaya.

    "Jangan sampai membungkus daging dengan kresek atau plastik hitam," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno di Yogyakarta, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Baca juga:

    Hasil Sidang Isbat, Idul Adha Jatuh Tanggal 1 September

    Sutarno mengatakan plastik berwarna hitam tidak aman karena merupakan plastik hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis.

    Menurut Sutarno, bungkus yang paling tepat dan aman untuk daging kurban atau makanan lainnya adalah plastik bening atau transparan karena bukan hasil daur ulang. "Maka kami anjurkan panitia kurban untuk pakai plastik transparan saja," kata dia.

    Baca pula:

    Arab Saudi Putuskan Idul Adha 1 September 2017

    Selain itu, Sutarno juga berharap para panitia kurban yang bersentuhan langsung dengan daging dipastikan tidak sedang terkena flu atau penyakit menular lainnya."Karena daging mudah terkontaminasi virus-virus disekitarnya saya berharap panitia kurban dalam keadaan sehat," katanya.

    Sutarno mengatakan hari pemotongan hewan kurban, pihaknya juga akan menyiagakan dokter hewan yang tersebar di 40 Puskeswan se-DIY dengan menggandeng 300 calon dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengintensifkan pemeriksaan hewan di seluruh tempat pemotongan hewan kurban.

    Menurut Sutarno, meski tim pemeriksa yang dipimpin dokter hewan Distan DIY menyatakan seluruh hewan kurban di daerah itu bebas dari penyakit berbahaya, tidak menutup kemungkinan penyakit itu datang dari sapi yang didatangkan dari luar daerah.

    Seperti Idul Adha sebelumnya, perlu diwaspadai pula sejumlah penyakit bawaan sapi, di antaranya cacing hati, antraks, dan penyakit menular lainnya. "Kalau dari kalangan peternak di DIY, kami sudah memastikan bebas penyakit. Akan tetapi, kami tidak tahu yang dari luar," katanya.

    ANTARA  I  SDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.