Kasus Teroris Serpong, Polisi: Terlibat Kirim Relawan ke Filipina  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

TEMPO.COJakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menuturkan terduga teroris berinisial SP alias Saka, yang ditangkap pagi tadi, memiliki keterlibatan dalam pendanaan pihak-pihak yang akan berangkat ke Filipina dan Suriah. 

“Jadi menggalang dana, kemudian memberangkatkan beberapa orang ke Filipina dan Suriah,” kata Martinus di Mabes Polri, Jumat, 11 Agustus 2017. 
Baca: Polisi Siapkan Pengamanan Ekstra Ketat Jelang 17 Agustus 2017

Martinus mengatakan SP ditangkap sekitar pukul 07.00 di Paku Jaya, Tangerang Selatan. Saat ini yang bersangkutan telah dibawa ke Markas Brimob untuk pemeriksaan intensif.

Penangkapan dilakukan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di kompleks Perumahan Clousrer Melia Grove RT 03 RW 23 Blok GMi Nomor 25, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Menurut Martinus, SP ditangkap karena didahului adanya laporan yang masuk ke polisi. Ia menyebutkan telah ada pengiriman orang ke Filipina dan Suriah dari hasil penggalangan dana yang dilakukan laki-laki berusia 39 tahun itu.

Tidak hanya itu, Martinus menuturkan, ada informasi yang diterima dari luar negeri atas pengiriman orang dari Indonesia, baik ke Filipina maupun Suriah. Namun ia mengaku belum memiliki data berapa jumlah orang yang sudah diberangkatkan.
Simak pula: BNPT Sebut Modus Baru Teroris Itu Antara Lain...

Martinus menambahkan, jalinan komunikasi dengan otoritas negara lain dinilai efektif untuk membantu pengungkapan terduga teroris atau pencegahan. “Info yang dibagi ke kepolisian adalah kejahatan transnasional,” ujarnya.

Martinus melanjutkan, upaya menggalang dana yang dilakukan terduga teroris SP dalam bentuk ajakan. Ia berujar cara itu dilakukan dari orang ke orang. “Mendatangi orang melakukan upaya radikal, mengajak menjadi bagian dari yang mereka sebut kelompok radikal,” katanya. 

DANANG FIRMANTO






3 Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal, KPAI: Perlu SOP Penanganan Bencana di Sekolah

28 menit lalu

3 Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal, KPAI: Perlu SOP Penanganan Bencana di Sekolah

KPAI menilai perlunya ada SOP penanganan bencana di sekolah setelah tembok ambruk mengakibatkan 3 siswa MTsN 19 Jakarta roboh.


Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

13 jam lalu

Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

Mabes Polri yang diwakilkan Wakil Komandan Korps Brimob menyatakan sudah ada prosedur pengamanan, tapi belum selaras dengan FIFA.


3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

13 jam lalu

3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal.


Polri Akan Buat Peraturan Khusus Pengamanan Laga Sepak Bola agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

13 jam lalu

Polri Akan Buat Peraturan Khusus Pengamanan Laga Sepak Bola agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

Mengenai rencana Polri ingin membuat peraturan khusus agar Tragedi Kanjuruhan tak terulang disampaikan usai rapat koordinasi di Kemenpora hari ini.


Breaking News: Kapolri Umumkan 6 Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan

13 jam lalu

Breaking News: Kapolri Umumkan 6 Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal.


Tanah 4.170 Meter Persegi Milik Warga Pamulang Diduga Diserobot Perusahaan

19 jam lalu

Tanah 4.170 Meter Persegi Milik Warga Pamulang Diduga Diserobot Perusahaan

Tanah milik warga Pamulang diserobot perusahaan dengan cara memagarnya padahal belum ada sertifikatnya.


Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

19 jam lalu

Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal. Sebanyak 35 orang telah diperiksa Polri.


Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

1 hari lalu

Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

Bantuan Subsidi Upah atau BSU merupakan bantuan senilai Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah. Ini syarat penerima BSU tahap 4.


7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

1 hari lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

2 hari lalu

Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

Korlantas Polri mengonfirmasi bahwa mulai tahun depan, seluruh mobil dan motor patroli lalu lintas akan menggunakan kendaraan listrik.