Imigran Iran di Makassar Demo, Memperotes Pelayanan UNHCR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 95 Imigran gelap asal Myanmar, dan Bangladesh ditangkap di perairan Tual Maluku (20/7). Mereka kemudian dibawa ke Makassar dan diamankan di Rumah detensi Imigran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sebanyak 95 Imigran gelap asal Myanmar, dan Bangladesh ditangkap di perairan Tual Maluku (20/7). Mereka kemudian dibawa ke Makassar dan diamankan di Rumah detensi Imigran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar -- Puluhan imigran asal Iran berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Makassar, Rabu 9 Agustus 2017. Mereka menuntut agar tak ada diskriminasi dalam proses pemberangkatan ke negara ketiga.

    "Kami minta UNHCR tak diskriminasi dalam memberangkatkan imigran karena ada yang belakangan dapat refugee, tapi cepat dikirim ke negara ketiga," tutur Ali Sayyed Neameh, 25 tahun, Rabu 9 Agustus.

    Ia mencontohkan imigran lain yang mendapatkan refugee 2014 sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Padahal ada yang lebih dulu mendapatkan refugee pada 2013. "Kenapa duluan berangkat yang dapat refugee tahun 2014, ada apa?" tutur dia.

    Baca: Puluhan Imigran Ilegal Terdampar di Pantai Jayanti Cidaun

    Ali berujar sudah berkali-kali mempertanyakannya ke UNHCR, dan mereka mengatakan mengutamakan kasus yang sensitif atau imigran memiliki penyakit. "Tapi kenyataannya tidak, saya ini punya penyakit jantung dan dapat refugee sudah setahun setengah tapi belum diberangkatkan," ucap dia.

    Selain itu, lanjut dia, alasan UNHCR tak mengirim cepat imigran Iran ke negara ketiga lantaran tak ingin menerimanya. Namun, Ali mengklaim imigran telah berkoordinasi dengan negara ketiga dan mereka membantah. "Saya sudah koordinasi dengan negara ketiga seperti Australia dan Amerika, itu tidak benar," tambah Ali.

    Simak: Puluhan Imigran Ilegal Iran Ditangkap di Subang

    Menurut dia, saat ini sebanyak 71 imigran Iran yang ada di Makassar. Mereka tinggal di berbagai tempat, seperti di Jalan Ince Nurdin, Mappaoddang dan Baji Rupa. Mayoritas imigran mengantongi refugee, tapi belum juga diberangkatkan ke negara ketiga. "Sudah empat sampai lima tahun di sini (Makassar), tapi belum ada jawaban sampai sekarang kapan diberangkatkan."

    Sementara imigran Iran lainnya, Grace 12 tahun menginginkan agar pemerintah Indonesia memberikan bantuan untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya. "Saya ingin diberikan hak seperti manusia lainnya, bersekolah," ucap dia.

    Lihat: 122 Imigran Timur Tengah Terjaring di Puncak

    Hingga aksi demo berlangsung tak ada satupun pihak UNHCR Makssar yang menemuinya, sehingga para imigran membubarkan diri. Dikonfirmasi terpisah Assosciate External Relation Publik Information Officer UNHCR, Mitra Salima, belum memberikan tanggapannya terkait tuntutan imigran Iran tersebut.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.