Presiden Jokowi Menerima Parisada dan Wali Gereja, Isinya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, 24 Juli 2017. Jokowi juga menekankan perlunya sinkronisasi antar kementerian dan lembaga dalam penerapan kebijakan. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, 24 Juli 2017. Jokowi juga menekankan perlunya sinkronisasi antar kementerian dan lembaga dalam penerapan kebijakan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak melupakan ormas non Islam dalam pemerintahan. Salah satunya hari ini menerima Parisada Hindu Dharma Indonesia di Istana Kepresidenan. Sehari sebelumnya Jokowi telah menerima kunjungan Wali Gereja Indonesia.

    "Kami datang untuk menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa kami telah melaksanakan Maha Saba Kesebelas," ujar pimpinan tertinggi Parisada, Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba di Istana Kepresidenan, Kamis, 3 Agustus 2017. 

    Sebelumnya, pada Rabu 2 Agustus 2017 Wali Gereja Indonesia yang merupakan organisasi umat Kristen Katolik di Indonesia juga berkunjung ke Istana Kepresidenan.

    Baca :
    Wali Kota Solo Temui Jokowi di Istana, Ini yang Dibicarakan


    MUI Berharap Tiap Agustus Ada Dzikir Kebangsaan di Istana

    Sama seperti Parisada yang berkunjung hari ini, Wali Gereja Indonesia datang untuk melaporkan hasil kegiatan mereka yaitu Asian Youth Day 2017 yang digelar di Yogyakarta. Kegiatan itu mempertemukan berbagai umat beragama dari penjuru Asia untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.

    Namun, mengutip perwakilan keduanya, kunjungan ke Istana Kepresidenan tersebut lebih dari sekadar laporan. Kunjungan ke Istana Kepresidenan, menurut mereka, juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Indonesia. 

    Ida Pedanda Gede berkata, kunjungan Parisada ke Presiden Joko Widodo merupakan bentuk dukungan dari organisasinya kepada pemerintah. Selain itu, juga sebagai pengingat agar Presiden Joko Widodo tidak lupa bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku, budaya, dan umat beragama.

    "Dalam kitab suci kami, dalam catur guru, salah satu guru wisesa adalah pemerintah. Saya ingatkan, marilah kita bersatu dari bermacam-macan agama, dengan doa kesatuan, demi keajegan, kelanggengan, kejayaan," ujar Ida Gede Pedanda.

    Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KWI Antonius Sugianto Bunyamin Oise. Ia menyampaikan bahwa Wali Gereja Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerintah mewujudkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Oleh karenanya, kunjungan ke Istana Kepresidenan juga untuk menegaskan hal itu.
    Simak pula : Menteri Lukman Disambut Meriah di Asian Youth Day 2017 di Yogya

    "Pesan Pak Presiden jelas, jangan hanya kata-kata tapi bagaimana mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi lebih penting daripada sekadar kata-kata, ujar Antonius.

    Presiden Joko Widodo mengapresiasi niat mereka berkunjung ke Istana Kepresidenan. Di sisi lain, ia juga memuji kegiatan-kegiatan mereka. Soal Asian Youth Day yang digelar WGI, misalnya, Ia mengatakan bahwa bangsa-bangsa Indonesia memang harus ditunjukkan sebagai bangsa yang menerima berbagai perbedaan.

    "Berikan pencerahan kepada umat, dari tingkat desa hingga pusat, bahwa kedamaian, persatuan, dan kesatuan sangat penting sekali bagi NKRI," ujar Ida Gede Pedanda mengulang ucapan Presiden Joko Widodo.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.