Gelar Perekayasa Utama, JK Ajak Menteri Basuki Ceramah di Kampus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) berdialog dengan wartawan saat meninjau lokasi tol di pintu keluar Tol Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. Menteri PUPR mengatakan pengerjaan tol akan terus dikebut. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) berdialog dengan wartawan saat meninjau lokasi tol di pintu keluar Tol Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. Menteri PUPR mengatakan pengerjaan tol akan terus dikebut. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini turut menyaksikan salah satu menteri dalam kabinet kerja, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meraih gelar Perekayasa Utama Kehormatan.

    Ia menyampaikan rasa suka cita atas penghargaan Basuki yang dinilai setara dengan profesor.

    “Saya tanya pak Menteri, maknanya apa ini. (katanya) sama dengan profesor. Kalau perlu ceramah di Universitas. Sudah dapat gelar Profesor, Doktor, Insinyur Basuki,” tutur Jusuf Kalla di Gedung BPPT, Kamis, 3 Agustus 2017.
    Baca : Menteri Basuki Raih Gelar Perekayasa Utama Kehormatan
     
    Menurut JK, dalam hal positif, rekayasa pada akhirnya dapat membuat sesuatu menjadi lebih baik, lebih murah dan lebih cepat. Tiga hal tersebut merupakan prinsip pokok persaingan.

    Artinya, apabila keberhasilan merekayasa dalam dilaksanakan, maka bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik, dan mampu bersaing dengan negara lain lebih cepat. “Itulah prinsip dasar apa yang dilakukan hari ini,” ucapnya.
     
    JK menuturkan, kecerdasan yang dimiliki oleh Menteri yang juga mahir bermain alat musik drum itu tak hanya di belakang meja, namun juga di lapangan. Karena banyak ditemui orang yang hanya pintar di meja, atau di luar meja saja.

    “Karena tidak bisa saja membuat sesuatu lebih baik, tapi lebih mahal. Bisa lebih murah tapi KW 3 juga percuma juga. Jadi harus dibuat bersamaan, lebih baik tapi juga lebih murah,” tuturnya.
    Simak : Menteri Basuki Terima Penghargaan dari Insinyur Sipil Jepang
     
    Hari ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan penghargaan kepada Menteri PUPR atas jasanya di bidang pengembangan infrastruktur.

    Basuki merupakan penerima penghargaan Perekayasa Utama Kehormatan ke-11, setelah sebelumnya penghargaan telah diberikan kepada 10 orang yang memiliki dedikasi penuh di berbagai bidang sejak 2007.

    Tercatat beberapa penerima itu merupakan orang ternama yang berkontribusi penuh dalam pembangunan negeri ini, seperti misalnya Emil Salim, mendapat penghargaan pada 2007 di Bidang Lingkungan Kebumian.

    Baca juga : Kementerian PUPR Ingin Kembangkan Kawasan Jembatan Suramadu

    Lalu Rahmat Gobel, mendapat penghargaan pada 2009 di Bidang manufaktur Industri. Arifin panigoro pada 2010 di Bidang Energi, Martha Tilaar pada 2012 di Bidang Kesehatan dan Obat-Obatan, dan lain-lain.
     
    Dalam orasinya Basuki mengatakan bahwa ia mendengar dari penerima penghargaan sebagai perekayasa utama sebelumnya bahwa jabatan fungsional mereka dapat diberikan hak yang sama seperti jabatan fungsional khususnya seperti peneliti.

    “Dengan rendah hati, saya menerima pengukuhan Perekayasa Utama Kehormatan. Gelar yang terhormat ini akan jadi suntikan motivasi bagi saya pribadi dan seluruh jajaran PUPR untuk terus berkarya berikan yang terbaik bagi bangsa,” ucap Basuki.
     

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.