Menko Puan: Perlu Revolusi Mental Selamatkan Hutan  

Reporter

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Puan Maharani memberikan sambutan dan keterangan terkait kartu sakti Jokowi yang dibagikan kapada warga di kantor Desa Asrikaton, Kec. Pakis, Kab. Malang, Jawa Timur, 21 Mei 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan upaya menyelamatkan hutan memerlukan gerakan revolusi mental, seperti keprihatinan terhadap nasib Taman Nasional Lorentz di Papua Barat dan Taman Nasional Tropical Rainforest Heritage Sumatera (TRHS).

"Adalah tugas kita untuk bergotong royong menyelamatkan taman nasional kita, kawasan hutan yang menjadi warisan dunia," kata Puan Maharani dalam paparannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017, di Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017.

THRS sudah mulai terganggu dan karenanya masuk dalam"'endangered list', sedangkan Taman Nasional Lorentz terancam masuk kategori"'endangered'.

BACA: Di Depan Jusuf Kalla, Megawati Tagih Aksi Revolusi Mental

Dalam paparannya yang bertema "Mengurus Lingkungan, Menjaga Peradaban, serta Peran Penting Revolusi Mental SDM Aparat dan Masyarakat" itu, Puan menekankan pentingnya gerakan revolusi mental untuk penyelamatan kawasan hutan, baik sebagai sumber daya produksi maupun jasa lingkungan.

Konsep revolusi mental itu sendiri, menurut Menko Puan dalam keterangan tertulisnya, telah diturunkan menjadi lima gerakan praksis, yakni Gerakan Indonesia Melayani, Indonesia Tertib, Indonesia Bersih, Indonesia Mandiri dan Indonesia Bersatu.

Sementara, sebagai gerakan moral, revolusi mental itu sendiri mendorong tumbuhnya nilai integritas, kerja keras dan gotong royong.

BACA: Dana Sosialisasi Asian Games Dikorupsi, Ini Kata Puan Maharani

"Sangat penting bagi kita untuk membangun cara berpikir baru, cara bekerja dan cara hidup yang menjaga kelestarian lingkungan hidup. Inilah Gerakan Revolusi Metal di bidang lingkungan hidup," papar Puan Maharani.

Menko Puan memahami bahwa kawasan hutan Indonesia yang mencapai 121 juta hektare itu sebagian besar telah dimanfaatkan untuk jasa produksi dan memperluas pusat-pusat pertumbuhan. Namun, Menko PMK mengingatkan, agar hendaknya pembangunan di sektor kehutanan itu tetap memperhatikan daya dukung lingkungan yang ada.

BACA: Netizen Berkicau Soal Situs Revolusi Mental: Gini Aja?

Eksploitasi yang berlebihan berpotensi menimbulkan bencana berupa banjir, tanah longsor, ledakan penyakit akibat perubahan ekologis, yang menurut Puan Maharani, bisa menimbulkan korban ekonomi bahkan jiwa manusia.

Oleh karena itu, tambah dia, Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang Lingkungan Hidup, bertujuan antara lain meningkatkan kapasitas individu, masyarakat maupun lembaga resmi, untuk lebih peduli pada isu kebersihan dan lingkungan hidup, dan lebih jauh lagi adalah peningkatan kapasitas untuk melakukan mitigasi bencana.

"Saya berharap Rakernas Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan ini bisa menghasilkan praktik-praktik inovatif untuk kemajuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia," ucapnya.

ANTARA






Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

18 jam lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Cak Imin Ngarep Jadi Wakil Puan Maharani di 2024, Prabowo Bilang Begini

21 jam lalu

Cak Imin Ngarep Jadi Wakil Puan Maharani di 2024, Prabowo Bilang Begini

Prabowo mengingatkan Gerindra dan PKB telah terikat dalam kesepakatan kerja sama di bawah bingkai Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.


Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

1 hari lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

1 hari lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Saat Cak Imin Ingin Jadi Cawapres Puan dan Prabowo Bilang Ridwan Kamil Harus Diperhitungkan

1 hari lalu

Saat Cak Imin Ingin Jadi Cawapres Puan dan Prabowo Bilang Ridwan Kamil Harus Diperhitungkan

Muhaimin atau Cak Imin menyebut ingin jadi calon wakil presiden jika Puan nyapres. Sebelumnya, Prabowo bilang Ridwan Kamil harus diperhitungkan.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

2 hari lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

2 hari lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Cak Imin Doakan Puan Maharani Jadi Presiden: Saya Minimal Wakil

2 hari lalu

Cak Imin Doakan Puan Maharani Jadi Presiden: Saya Minimal Wakil

Puan Maharani berharap kerja sama dengan Cak Imin bisa berlanjut hingga 2024 nanti.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

2 hari lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

2 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.