Setelah Tangkap Satu Pelaku, Polisi Buru 4 Orang Penyerang Ricko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    TEMPO.CO, Bandung - Satuan Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resor Kota Besar Bandung masih memburu pelaku pengeroyokan oleh supporter Persib terhadap Ricko Andrean, 22 tahun. Polisi sudah mengantungi 4 identitas terduga pelaku setelah sebelumnya berhasil menangkap satu orang tersangka pengeroyokan.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo menyebutkan, pihaknya meyakini masih ada pelaku lain yang bisa polisi tangkap. Ia menduga pelaku pengeroyok Ricko lebih dari 5 orang.

    Baca: Ricko Andrean Bobotoh Sejati, Tinggalkan Pekerjaan demi Persib

    "Kami masih mengejar pelaku lainnya. Masih dalam penyelidikan. Semoga dalam waktu dekat bisa terungkap," ujar Hendro kepada wartawan, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Hendro katakan, tim penyidik akan mengembangkan kasus ini berdasarkan alat bukti berupa rekaman video dan keterangan saksi termasuk tersangka WFR. WFR, 19 tahun, telah ditetapkan sebagi tersangka oleh polisi karena diduga ikut mengeroyok Ricko saat pertandingan Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 22 Juli 2017.

    "Pelaku lain masih dalam pengembangan," katanya.

    Baca: Beri Penghormatan untuk Ricko Andrean, Persib Pakai Pita Hitam

    Sebelumnya, WFR mengaku ikut menganiaya Ricko bersama sejumlah penonton di tribun utara atas Stadion GBLA. Saat itu, WFR mengatakan, Ricko disangka sebagai anggota Jakmania yang menyusup ke dalam stadion. Ia pun mengaku menendang dada Ricko Andrean karena melihat orang lain memukulinya.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.