Unpad Dukung Penetapan Ciletuh-Palabuhanratu Jadi Geopark UNESCO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan taman bumi Ciletuh, di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Memiliki ke aneka ragaman geologi, taman Ciletuh akan diusulkan menjadi geopark atau taman bumi nasional. TEMPO/Frannoto

    Pemandangan taman bumi Ciletuh, di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Memiliki ke aneka ragaman geologi, taman Ciletuh akan diusulkan menjadi geopark atau taman bumi nasional. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim UNESCO Global Geopark akan mengunjungi kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP) untuk mengkaji penetapan kawasan itu sebagai geopark kelas dunia. Tim dari organisasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) itu akan melakukan penilaian pada 1-4 Agustus 2017. 

    Universitas Padjadjaran termasuk salah satu lembaga yang mendukung rencana penetapan kawasan GNCP sebagai geopark kelas dunia versi UNESCO itu. Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik/Kepala Kantor Internasional Unpad Ade Kadarisman mengatakan lembaganya digandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong penetapan GNCP sebagai geopark kelas dunia. Selain mengikutsertakan Unpad, Pemprov Jawa Barat menggandeng Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan PT Biofarma.

    Ade menambahkan, Unpad juga sudah lama menjadikan kawasan geopark ini sebagai obyek kajian. "Selama 13 tahun, GNCP sudah menjadi obyek kajian Prof Mega Fatimah Rosana, guru besar Fakultas Teknik Geologi Unpad," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Baca: Penambangan dan Sampah Merusak Geopark Nasional Ciletuh
     
    Menurut Ade, Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu memiliki potensi geologi, biodiversitas, dan ragam budaya. Karena itu, Ade melanjutkan, Unpad terus berkontribusi dalam mengembangkan GNCP menjadi geopark global versi UNESCO.
     
    "Unpad terus mendorong peningkatan aktivitas riset di Ciletuh. Walaupun fokus riset utama di Ciletuh terbagi menjadi tiga aspek, yaitu geologi, biodiversity, dan budaya, serta mendorong seluruh bidang keilmuan di Unpad ikut melakukan riset di sana," ujarnya.
     
    Rencananya, UNESCO akan mengunjungi sejumlah potensi geopark di kawasan tersebut. Selain itu, UNESCO akan mengunjungi Gedung Bumi Walagri Padjadjaran, yang juga menjadi lokasi Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Unpad di Surade, Ujung Genteng. Di lokasi tersebut, tim Puslit Geopark yang diketuai Prof Mega juga akan memamerkan beberapa aktivitas dan hasil riset akademisi Unpad yang sudah dilakukan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.

    Baca: Jabar Targetkan Ciletuh Masuk Unesco Global Geopark
     
    Kegiatan kunjungan tim asesor UNESCO juga akan diintegrasikan dengan kegiatan Unpad Summer Program 2017. Adapun sejumlah mahasiswa peserta Unpad Summer Program berasal dari berbagai perguruan tinggi mancanegara. 
     
    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?