Polisi Harap Novel Baswedan Beri Bukti Dugaan Jenderal Terlibat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen Pol Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Brigjen Pol Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan pihaknya berharap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersedia blak-blakan memberikan informasi atas kabar dugaan keterlibatan jenderal dalam penyiraman terhadap penyidik senior KPK itu.

    “Itu yang perlu kami dalami dari saudara Novel sendiri,” kata dia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Agustus 2017. 
    Baca :
    Ada Tiga Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan


    Rekaman CCTV Novel Baswedan Bisa Diperjelas, tapi...

    Rikwanto belum bisa mengkonfirmasi keterangan yang disampaikan Novel tersebut. Termasuk soal dugaan ada aliran suap kepada jenderal sebagai bentuk kompensasi untuk menyerang Novel dengan air keras. 
     
    Menurut Rikwanto, kepolisian masih belum meyakini apakah dugaan itu hanya isu atau sudah masuk ke fakta hukum. “Untuk itu biar makin jelas, kami perlu ke sana (Singapura) mengambil keterangan dari saudara Novel,” tutur Rikwanto. 
     
    Rikwanto berujar apabila yang disampaikan Novel adalah isu maka kepolisian akan menyelidiki. Namun jika ternyata itu fakta hukum, mereka bakal melakukan penyidikan.

    Dia berharap dalam kunjungan ketiga nanti, Novel mampu memberikan bukti-bukti sehingga bisa dilakukan penyidikan. 
    Simak pula : Penyidik Polri Siap Berangkat ke Singapura Temui Novel Baswedan

    Rikwanto memastikan penyidik kepolisian sudah siap berangkat ke KPK untuk menemui Novel. Rencananya mereka akan berupaya kembali meminta keterangan kepada Novel untuk dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). 
     
    Rikwanto belum memastikan kapan tim penyidik akan ke Singapura menemui Novel Baswedan. Ia mengaku tetap akan menunggu kesiapan KPK. Sebab, dalam rencana kunjungan ketiga ini penyidik akan berangkat bersama KPK. 
     
    DANANG FIRMANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.