9 Catatan Kasus Novel Baswedan, Penyidikan Polisi Jalan di Tempat

Reporter

Editor

Elik Susanto

Novel Baswedan. istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi belum juga menemukan pelaku penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Hingga hari ke-108 atau hampir empat bulan, penyidikan yang dilakukan kepolisian seperti jalan di tempat. Sejumlah alasan dilontarkan, mulai dari keterbatasan bukti hingga kesulitan pemeriksaan Novel Baswedan yang dirawat di rumah sakit di Singapura.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis pun tidak bisa memberi kepastian tim penyidiknya akan menuntaskan kasus itu. Sebelumnya, tim penyidik di bawah pimpinan Kapolda Irjen Mochammad Iriawan telah menghasilkan sketsa wajah tiga terduga pelaku yang seharusnya langsung dibuat setelah peristiwa.

"Saya tidak akan keluar dari kebijakan yang sudah digariskan dalam visi-misi Polda Metro Jaya. Semua yang akan dikerjakan dan yang belum diselesaikan akan kami tuntaskan," kata Idham, Kamis, 27 Juli 2017.

Baca: Penyerangan Novel Baswedan, KPK: Kapolri Minta Dinentuk Tim Gabungan
 
Berikut ini 9 catatan kasus Novel Baswedan sejak diserang seusai salat subuh berjemaah di masjid kompleks rumahnya pada 11 April 2017, hingga sekarang. Kondisi penglihatan Novel akibat disiram air keras belum pulih total. Ia masih menjalani perawatan dokter, terutama pada bagian mata kirinya.

Pertama, 11 April

Novel Baswedan disiram dengan air keras seusai salat subuh berjemaah. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi selanjutnya diperiksa di kantor Kepolisian Resor Jakarta Utara. Beberapa orang yang mengaku anggota Markas Besar Kepolisian menghampiri dan mengintimidasi warga seusai pemeriksaan.

Kedua, 13 April

Polisi melakukan empat kali olah  tempat kejadian perkara (TKP) kasus penyiraman air keras atas Novel Baswedan. Sidik jari pelaku di cangkir tempat air keras terhapus.

Ketiga, 22 April

Polda Metro Jaya memeriksa Mukhlis Ohorella dan Muhammad Hasan Hunusalela. Keduanya terlihat dalam rekaman CCTV dan difoto tetangga Novel saat berada di sekitar lokasi beberapa hari sebelum kejadian. Polisi melepaskan mereka setelah diperiksa.

Keempat, Awal Mei

Komnas HAM memutuskan menyuruh tim Sub-Komisi Pengawasan mengumpulkan bukti dan informasi ihwal kasus penyerangan Novel.

Kelima, 9 Mei

Polda Metro Jaya memeriksa Ahmad Lestaluhu. Namun terduga pelaku itu kembali dilepaskan.

Keenam, 18 Mei

Polisi menangkap dan memeriksa Mico Fanji Tirtayasa. Keesokan harinya, Mico dilepaskan.

Ketujuh, 19 Juni

Polri mulai mengajak KPK melakukan penyelidikan bersama kasus penyerangan Novel Baswedan. Kedua lembaga sepakat bertemu setiap dua pekan sekali untuk koordinasi perkembangan langkah dan informasi.

Kedelapan, 29 Juni

Polisi menyatakan tengah menyelesaikan pembuatan sketsa wajah tiga terduga pelaku. Sketsa ini diklaim dibuat berdasarkan kesaksian sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kesembilan, 25 Juli

Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa malam, 25 Juli 2017. Pelapor adalah Nico Panji Tirtayasa, saksi dalam kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah yang melibatkan bekas ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

FRANSISCO ROSARIANS






Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

4 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

4 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.


Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

7 jam lalu

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

Publik mendesak eks Jubir KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri jadi pengacara Putri Candrawathi. Apakah kuasa hukum diperbolehkan menolak klien?


Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

8 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

9 jam lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

10 jam lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

11 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

11 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

12 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

12 jam lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan dua intervensi oleh elemen negara yang pernah dialami Lukas Enembe.