Musim Kemarau, Kebakaran Lahan Mulai Terdeteksi di Riau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) menyemprotkan air ke arah semak belukar saat kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 3 April 2017. ANTARA

    Petugas pemadam kebakaran dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) menyemprotkan air ke arah semak belukar saat kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 3 April 2017. ANTARA

    TEMPO.COPekanbaru - Musim kemarau yang melanda Riau beberapa waktu lalu mulai memunculkan sejumlah titik panas yang diindikasikan kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau. Satelit Tera dan Aqua memantau setidaknya ada 13 titik di enam daerah di Riau. 

    "Titik panas terpantau pukul 06.00 pagi," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Otto Sukisno, Senin, 24 Juli 2017.

    Berita lain: Musim Kemarau, Kebakaran Lahan Terjadi di Sumatera Barat

    Sukisno mengatakan Rokan Hilir menjadi daerah terbanyak penyumbang titik panas sebanyak lima titik, Pelalawan tiga titik, disusul Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Dumai, masing-masing satu titik. 

    Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Riau telah mengerahkan helikopter waterbombing untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan di sejumlah titik di Riau.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Mayor Sus Rizwar mengatakan satu unit helikopter pemadam Sikorsky telah beroperasi memadamkan kebakaran lahan di wilayah Lubuk Kembang Bungo, Palas, dan Siak Kecil. Mereka total melakukan 32 kali siraman (bombing) dengan kapasitas buket 4 ton air. "Untuk wilayah Palas, titik api sudah dapat dipadamkan oleh tim darat," ujar Sus.

    Kemarin, titik panas juga terpantau di Sumatera Barat. Tercatat ada tiga titik yang diduga kebakaran lahan di Kabupaten Limapuluh Kota.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.