Emoh Mundur dari DPR, Setya Novanto Juga Masih Pimpin Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dan Ketua Harian, Nurdin Halid, memberi pernyataan seputar penetapan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP di depan rumah pribadi Setya di Jalan Wijaya nomor 13, Jakarta, 17 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dan Ketua Harian, Nurdin Halid, memberi pernyataan seputar penetapan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP di depan rumah pribadi Setya di Jalan Wijaya nomor 13, Jakarta, 17 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar hari ini memutuskan tidak ada pergantian ketua umum. Setya Novanto tetap menjadi Ketua Umum Partai Golkar meski kini Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

    Keputusan tersebut diambil sesuai kesepakatan para pengurus dalam rapat tertutup hari ini. “Ketua umum tetap Setya Novanto,” kata Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid di DPP Partai Golkar, Selasa, 18 Juli 2017.

    Baca: Setya Novanto Tersangka, Miryam S Haryani: No Comment  

    Nurdin menambahkan, untuk kerja-kerja partai akan dilaksanakan sesuai sistem yang sudah ada. Keputusan rapat menunjuk Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan Nurdin untuk melaksanakan kerja partai. Namun tetap di bawah kendali Setya Novanto sebagai ketua umum.

    Nurdin dan Idrus akan berkoordinasi dengan Setya Novanto dalam menjalankan fungsinya. “DPP menyetujui untuk menugaskan Ketua Harian dan Sekjen untuk tugas koordinasi dan melaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar,” kata dia.

    Menurut Nurdin, penetapan tersangka terhadap Setya Novanto pasti memberikan pengaruh secara psikologis. Namun, kata Nurdin, status itu tak akan mempengaruhi kinerja partai.

    Baca juga: KPK Akan Kirim Surat Penetapan Setya Novanto Tersangka, Pekan Ini

    Nurdin menuturkan, partainya memiliki sistem yang baku. Meskipun Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka, mekanisme organisasi tetap akan berjalan. Ia mencontohkan sebagai Ketua Tim Pilkada Pusat. Pada 1 Agustus nanti, ia bakal memimpin rapat untuk menetapkan 171 calon yang akan maju pilkada serentak 2018.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?