Mendikbud Yakin Sekolah Perkotaan Bisa Gelar Pendidikan Karakter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Palangkaraya, menegaskan tidak ada alasan sekolah perkotaan tak bisa melaksanakan sekolah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Karena saat ini di pedalamanan Kalimantan Tengah sudah bisa menggelar pembelajaran selama 8 jam.

    "Saya dalam waktu dekat akan ke pedalaman Kalteng lagi untuk meninjau sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran selama 8 jam ini. Karena dipedalaman saja bisa kenapa di perkotaan tidak bisa," ujar Mendikbud di sela Sosialisasi gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di SMP Negeri 2 Palangkaraya, Senin, 17 Juli 2017.
    Baca : Gubernur Zainul Majdi Dukung Penguatan Pendidikan Karakter

    Dijelaskannya, dipedalaman justru banyak fasilitas dan peluang untuk bisa dikembangkan sekolah karakter ini dengan cara menggali keunggulan dan kearifan lokal.

    "Jadi ciri khas dari program penguatan karakter itu adalah mengoptimalkan memanfaatkan sumber belajar yang ada disekolah sehingga satu sekolah dengan sekolah lainnya berbeda tidak harus seragam," ujarnya

    Sementara itu Krisnayadi Toendan, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalteng mengatakan bahwa SMA 1 negeri Kahayan Tengah yang berada di Desa bahu Palawa Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah merupakan salah satu model sekolah bagi sekolah yang ada di Kalimantan Tengah.

    Simak pula : Menteri Muhadjir Sebut Kritik Full Day School Terlalu Dini

    "Sekolah ini sudah memberlakukan 8 jam pembelajaran setiap harinya
    Green school, dia punya rombongan belajar 10 dan lingkungan sekolah yang asri ,aburetum ,juga toga untuk tanaman obat dan guru siswa kreatif," ujarnya.

    Kepada Mendikbud, dipaparkan bahwa dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah saat ini di Kalteng sudah ada 18 SMA, 6 SMK dan 1 SLB yang siap untuk melaksanakan program sekolah berkarakter dengan melaksanakan 8 jam pembelajaran.

    KARANA WW



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.