Minggu, 25 Februari 2018

Isi Pidato Jokowi di Acara Partai Nasdem

Oleh :

Tempo.co

Senin, 17 Juli 2017 05:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isi Pidato Jokowi di Acara Partai Nasdem

    Partai Nasdem secara resmi menyatakan dukungannya dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dengan mengusung Jokowi sebagai capres pada Pemilu Presiden 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perlunya perubahan pola pikir, sikap dan etos kerja untuk menuju bangsa dan negara yang maju. "Infrastruktur bisa dibangun dengan cepat, tetapi hal yang berkaitan dengan nilai, karakter. Kalau tidak diubah maka tidak ada artinya pembangunan infrastruktur itu," kata Presiden Jokowi ketika memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu, 16 Juli 2017.

    Jokowi menilai sikap dan etos kerja yang diperlukan untuk menuju kemajuan masih sangat kurang. "Masih sangat kurang dalam menghargai kerja keras sebagai sesuatu yang luhur, juga disiplin dan patuh pada nilai-nilai atau aturan," kata Jokowi.

    Baca: Hasil Rapat Bersama Jokowi, Susi: Larangan Cantrang Sudah Final

    Jokowi mencontohkan hal-hal kecil seperti ketika berlalu lintas di jalan raya, seperti disiplin dan antre. "Dibandingkan negara lain bisa maju tanpa sumber daya alam, rasanya sulit mengejar mereka kalau disiplin dan etos kerja masih seperti saat ini."

    Presiden Jokowi menyambut gembira pendirian lembaga pendidikan oleh partai politik, yang bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme dan membangun solidaritas. Menurut Jokowi, tantangan persaingan antarbangsa saat ini sangat kelihatan sekali. Semua negara bersaing memperebutkan kue ekonomi global atau internasional. Semua berlomba dalam bidang perdagangan, investasi dan lainnya.

    "Semua negara menatap ke depan dengan inovasi baru. Misalnya pembangunan mobil listrik, ruang angkasa, sistem pembayaran dan lainnya. Perubahan sangat cepat, kita jangan terjebak pada pola pikir yang tidak produktif seperti demo yang tidak produktif," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.