KPK Sebut Akan Ada Tersangka Baru E-KTP, Pansus Angket Bereaksi  

Reporter

Anggota Komisi III dari Fraksi Nasdem, Taufiqulhadi, bersiap membacakan surat usulan pengajuan hak angket KPK dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 28 April 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiqulhadi mengatakan langkah pihaknya tidak akan terpengaruh dengan pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang menyebut akan ada tersangka baru dari kalangan DPR dalam perkara korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Taufiqulhadi justru menantang KPK untuk bersikap tegas dalam menyelesaikan kasus yang diduga menyeret puluhan wakil rakyat ini.

"Persoalan e-KTP itu, KPK ambil sikap tegas, keras, dan jangan ragu agar tidak dikait-kaitkan dengan persoalan Pansus Hak Angket," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Baca juga: Kabar Ada Tersangka Baru Kasus E-KTP Bikin Gelisah Anggota DPR

Menurut politikus Partai NasDem ini, kalau memang KPK telah memiliki bukti yang meyakinkan, segeralah mengambil sikap. "Jangan kemudian sengaja mengambangkan agar masyarakat bisa mengaitkan (hak angket) dengan e-KTP. Tidak ada hubungan sama sekali dengan Pansus," tuturnya.

Keberadaan Pansus Hak Angket KPK menimbulkan pro-kontra lantaran muncul saat lembaga antirasuah itu tengah berupaya mengungkap perkara korupsi e-KTP. Bahkan Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar disebut-sebut turut menerima aliran duit haram megaproyek itu. Namun Agun membantah menerima dana tersebut.

Anggota Pansus Hak Angket, Masinton Pasaribu, meminta KPK segera memprosesnya bila sudah ada landasan hukum yang kuat. Ia mengingatkan agar KPK tidak bermain opini lantaran integritas dan profesionalitasnya dipertaruhkan lewat pernyataan-pernyataannya.

Selain itu, anggota Pansus Hak Angket dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menuturkan KPK memiliki catatan karena tidak menindaklanjuti proses hukum terhadap puluhan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Ada 20-an lebih enggak ditindaklanjuti hingga sekarang," ujarnya.

AHMAD FAIZ






Pansus DPR Dorong Tenaga Honorer Diangkat Jadi ASN

6 September 2022

Pansus DPR Dorong Tenaga Honorer Diangkat Jadi ASN

Pansus dibentuk atas inisiatif Komisi II DPR karena melihat banyaknya tenaga honorer sudah mengabdi lama tapi belum diangkat statusnya menjadi ASN.


PDIP Anggap Usulan PKS Bentuk Pansus Hak Angket Minyak Goreng Berlebihan

21 Maret 2022

PDIP Anggap Usulan PKS Bentuk Pansus Hak Angket Minyak Goreng Berlebihan

PDIP menilai PKS tak memiliki dasar argumen yang kuat untuk mengusulkan Pansus Hak Angket Minyak Goreng.


PKS Usulkan Hak Angket Minyak Goreng, Pakar: Agar Ketahuan Akar Masalahnya

19 Maret 2022

PKS Usulkan Hak Angket Minyak Goreng, Pakar: Agar Ketahuan Akar Masalahnya

"Harus dibuat hak angket agar persoalan minyak goreng bisa diketahui akar masalahnya dan siapa mafia yang bermainnya," ujar Ujang


PKS Usulkan Pansus Hak Angket Soal Minyak Goreng

18 Maret 2022

PKS Usulkan Pansus Hak Angket Soal Minyak Goreng

PKS mengusulkan pembentukan Panitia Khusus Minyak Goreng di DPR untuk menyelidiki fenomena kelangkaan dan mahalnya satu dari sembilan bahan pokok itu.


Puan Dorong Kesetaraan Negara Dunia di Forum Parlemen MIKTA

8 Februari 2022

Puan Dorong Kesetaraan Negara Dunia di Forum Parlemen MIKTA

Dunia membutuhkan kepemimpinan global yang menjamin suara dan kepentingan negara berkembang di forum-forum internasional.


TP3 Minta PKS Usulkan Hak Angket soal Kematian 6 Laskar FPI

30 Maret 2021

TP3 Minta PKS Usulkan Hak Angket soal Kematian 6 Laskar FPI

TP3 Laskar FPI meminta PKS mendorong hak angket kematian 6 anggota laskar.


Anggota Komisi III Beda Suara soal Pansus Hak Angket Joko Tjandra

27 Juli 2020

Anggota Komisi III Beda Suara soal Pansus Hak Angket Joko Tjandra

Usulan pembentukan hak angket oleh DPR berkaitan dengan kasus pelarian Joko Tjandra sebelumnya disampaikan oleh ICW.


Komisi III: Gagasan Hak Angket untuk Usut Djoko Tjandra Sudah Ada

26 Juli 2020

Komisi III: Gagasan Hak Angket untuk Usut Djoko Tjandra Sudah Ada

ICW sebelumnya telah mendesak DPR menggunakan hak angket untuk mengusut pelarian buron Djoko Tjandra.


Kasus Djoko Tjandra, ICW Dorong KPK Telusuri Potensi Korupsi

26 Juli 2020

Kasus Djoko Tjandra, ICW Dorong KPK Telusuri Potensi Korupsi

Perkara Djoko Tjandra telah berimbas pada pencopotan tiga jenderal di kepolisian dari jabatannya.


ICW Desak DPR Gunakan Hak Angket Usut Kasus Joko Tjandra

25 Juli 2020

ICW Desak DPR Gunakan Hak Angket Usut Kasus Joko Tjandra

Peneliti ICW menilai tidak ada keseriusan dari pihak-pihak lain yang semestinya bisa turun tangan untuk mengusut kasus Joko Tjandra, termasuk DPR.