KPK Beri Sinyal Ada Tersangka Baru Korupsi di Bakamla

Reporter

Terdakwa kasus suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 10 Mei 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memberi sinyal adanya tersangka baru dalam perkara suap satelit Bakamla. Ketua KPK Agus Rahardjo memberi kode tersangka itu berasal dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Rasanya sudah (penetapan tersangka). Apa belum diumumkan?" kata Agus di kantornya, Selasa, 11 Juli 2017. Saat ditanya apakah tersangka itu anggota DPR, Agus menjawab, "Rasanya ada."

Agus enggan mengatakan apakah surat perintah penyidikan sudah diteken. Namun ia memastikan bahwa gelar perkara sudah dilakukan.

Baca: Sidang Suap Bakamla, Terdakwa: Ada Dugaan Duit Mengalir ke DPR

Agus berujar KPK telah mendalami aliran dana untuk anggota Dewan sejak fakta persidangan menunjukkan adanya indikasi aliran duit yang diterima oleh anggota Komisi XI DPR.

Dalam persidangan, terdakwa Fahmi Darmawansyah selaku pemberi suap mengakui telah menyetorkan uang kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsy, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dari Ali Fahmi, selanjutnya uang diberikan untuk mengurus proyek satelit monitoring melalui Balitbang PDIP Eva Sundari.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Bertus Merlas, juga disebut menerima duit. Tak hanya itu, nama anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakun Andriadi, Bappenas, dan Kementerian Keuangan juga disebut menerima.

Simak: Sidang Suap Satelit, Terdakwa: Ambil Fee Perintah Kepala Bakamla

Dalam berita acara pemeriksaan Fahmi Darmawansyah disebut ada jatah sebesar 6 persen dari nilai proyek sebesar Rp 400 miliar atau Rp 24 miliar ke sejumlah anggota DPR. Uang itu diserahkan melalui perantara Ali Fahmi sebagai pelicin pembahasan anggaran proyek.

Pada perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, dua karyawannya Mohammad Adami Okta dan Hardy Stefanus, serta mantan Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran, Eko Susilo Hadi.

Lihat: Tersangka Suap Bakamla Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Fahmi dan anak buahnya terbukti bersalah menyuap Eko Susilo Hadi sebesar Sin$ 100 ribu, US$ 88.500, dan 10 ribu euro. Suap itu diberikan agar PT Merial Esa memenangkan tender proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

MAYA AYU PUSPITASARI

Video Terkait:
Terdakwa Korupsi di Bakamla Eko Susilo Hadi Divonis 4 Tahun Penjara








Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

6 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

7 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

7 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

11 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

12 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

13 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.


Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

13 jam lalu

Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

Dua calon wakil ketua KPK pengganti Lili Pintauli Siregar, Johanis Tanak dan I Nyoman Wara mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

14 jam lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

16 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

Mantan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

17 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto dijadwalkan jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor hari ini