Pesan-pesan Menteri Lukman kepada Calon Jemaah Haji Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan saat deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Lukman mengatakan, Kementerian Agama dituntut menjalankan Gerakan Revolusi Mental yang berbasis nilai-nilai luhur beragama. Lukman setuju dunia pendidikan menjadi kunci mewujudkan Gerakan Revolusi Mental. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan saat deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Lukman mengatakan, Kementerian Agama dituntut menjalankan Gerakan Revolusi Mental yang berbasis nilai-nilai luhur beragama. Lukman setuju dunia pendidikan menjadi kunci mewujudkan Gerakan Revolusi Mental. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan para calon jemaah haji untuk dispilin agar kejadian kecelakaan di Mina pada penyelenggaraan haji 2015 tidak terulang. “Jadi disiplin itu  pertama, melempar jumroh ke jamarat sesuai waktunya,” ujar Lukman kepada Tempo di Jakarta Selatan, Rabu 28 Juni 2017.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya sudah meminta Arab Saudi untuk memperketat jadwal pelemparan jumroh masing-masing negara. Selain itu meminta agar penunjuk arah dilengkapi dengan beragam bahasa agar mudah dipahami.

    Baca juga:

    Menteri Lukman Sebut Kesiapan Haji di Arab Saudi Nyaris Selesai  

    Sementara di dalam negeri, Lukman memperkuat ketua regu dan ketua rombongan untuk lebih menyosialisasikan perihal mekanisme ke jamarat untuk melempar jumroh. Ada pelatihan-pelatihan intensif yang diberikan.

    Lukman mengungkapkan faktanya ada penyumbatan di titik persimpangan di Mina saat itu. “Ada persimpangan di daerah Mina itu, sebagian ada yang berbalik arah,” kata dia.

    Baca pula:

    Cerita Menteri Lukman Penyebab Open House di Rumahnya Tertunda

    Menurut Lukman ada dua versi penyebab tragedi Mina terjadi yang sampai sekarang belum bisa diverifikasi. Yaitu versi Arab Saudi dan Iran. Versi Arab menyatakan jemaah Iran berbalik arah karena tidak disiplin. Sementara versi Iran menyebutkan mereka berbalik arah karena ada pintu yang seharusnya bisa dibuka untuk meneruskan perjalanan namun saat itu ditutup. Mereka menyatakan saat itu ada polisi yang menutup pintu karena ada pengeran yang lewat. “Kami tidak tahu yang benar yang mana,” kata dia.

    Terlepas dari itu Lukman menegaskan jemaah haji Indonesia harus taat aturan. Melempar jumroh memang diutamakan waktu matahari tergelincir. Namun pemerintah melarang jemaah Indonesia untuk melempar di waktu tersebut. Karena faktor fisik yang kecil dibanding jemaah dari negara lain sehingga sangat berisiko apabila harus bersaing melempar jumroh di waktu itu.

    Silakan baca:

    Menteri Lukman: Kita Dapat Perlakuan Khusus Penyelenggaraan Haji  

    Untuk itu, Lukman mengharuskan jemaah haji Indonesia untuk melempar jumroh pada saat subuh atau menjelang maghrib. Selain itu ia melarang jemaah terlepas dari rombongan karena akan berpotensi tersasar.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan tragedi Mina menimpa korban dari jemaah Indonesia lantaran ada yang tidak disiplin. Ia menyebut Jalan 204 lokasi tragedi itu adalah rute untuk jemaah Asia Tengah dan Afrika, bukan untuk jemaah Indonesia. “Jadi salah kalau ada jemaah yang masuk sana, jadi memang dispilin yang diperlukan,” kata dia.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.