Gaya Baru Malam Selatan, Kereta Mudik Ekonomi Rasa Eksekutif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan gerbong kereta Gaya Baru Malam tujuan Stasiun Surabaya Gubeng di stasiun pasar senen, Jakarta, 9 Juni 2017. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah 15 tiket perjalanan khusus melayani penumpang yang akan mudik Lebaran pada H-10 sampai H+10 dari Jakarta. Tempo/Rizki Putra

    Petugas membersihkan gerbong kereta Gaya Baru Malam tujuan Stasiun Surabaya Gubeng di stasiun pasar senen, Jakarta, 9 Juni 2017. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah 15 tiket perjalanan khusus melayani penumpang yang akan mudik Lebaran pada H-10 sampai H+10 dari Jakarta. Tempo/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VIII Surabaya meluncurkan 7 kereta api tambahan selama mudik Lebaran 2017. Salah satu yang berbeda dari tahun sebelumnya ialah KA Gaya Baru Malam Selatan. Gaya Baru Malam Selatan merupakan kereta tambahan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Gubeng Surabaya, lalu lanjut ke Stasiun Malang Kota.

    Kereta api ini didesain lebih mewah dibandingkan kereta ekonomi pada umumnya. Selain terasa lebih ‘wah’ karena interior yang menawan, Gaya Baru Malam Selatan menyediakan dua gerbong khusus bagi penumpang difabel. "Tahun ini adalah tahun pelayanan KAI. Kami ingin melayani juga orang yang difabel karena di ranah publik, pelayanan bagi mereka rata-rata kurang tuntas,” ujar Kepala DAOP VIII Surabaya Dadan Rudiansyah di Stasiun Gubeng, Senin, 19 Juni 2017.

    Baca: Antisipasi Macet saat Mudik, Gerbang Keluar Tol Cileunyi Ditambah

    Secara umum, satu rangkaian KA Gaya Baru Malam Selatan terdiri dari 8 gerbong. Enam gerbong disediakan bagi penumpang biasa, dengan jumlah 80 kursi di setiap gerbong. Bahan dan kontur bantalan kursi mengikuti lekuk tubuh manusia, sehingga lebih ergonomis bagi penumpang jarak jauh.

    Meskipun kereta kelas ekonomi, desainnya mewah layaknya kelas eksekutif. Sudut kemiringan kursi dapat diatur sampai 108 derajat dan sandaran tangan dapat dinaikkan apabila tak diperlukan. “Satu gerbong dilengkapi dua televisi di setiap ujung, serta ada kamera pengawas (CCTV),” kata Manajer Angkutan Penumpang, Raden Agus Dwinanto.

    Sedangkan dua gerbong lainnya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Dimensi kursi dan desainnya tak jauh berbeda dengan gerbong biasa, namun jaraknya lebih lebar dibandingkan di gerbong biasa. “Lebih longgar karena tidak perlu ada sandaran kaki. Di ujung gerbong juga diberikan ¬space khusus untuk menaruh kursi roda,” ujar dia.

    Baca: H-5, Arus Mudik 2017 di Nagreg Meningkat 48 Persen

    Lebar pintu masuk gerbongnya pun, menyesuaikan ukuran kursi roda. Sehingga calon penumpang dapat memasuki kereta api dengan leluasa dari peron yang sama tingginya. 

    Nantinya, data si penumpang juga bakal diberikan kepada stasiun tujuan agar segera mendapatkan bantuan setiba di tempat tujuan. “Data itu diinformasikan supaya petugas di stasiun kedatangan bisa membantu waktu turun,” ucapnya.

    Fasilitas lain yang tak kalah penting adalah toilet yang lebih longgar. Sepanjang gerbong juga tersebar tanda khusus dan penunjuk arah bagi difabel. “Jangan khawatir, harga tiketnya sama dengan penumpang gerbong biasa,” kata Agus.

    Tahun ini, total PT KAI DAOP VIII Surabaya menyediakan 7 kereta api mudik tambahan. Enam lainnya ialah KA Gajayana Lebaran relasi Malang-Gambir, KA Sembrani Lebaran relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir, KA Sancaka Lebaran relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta, KA Pasundan Lebaran relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong, KA Matarmaja Lebaran relasi Malang-Pasar Senen, dan KA Kertajaya Lebaran relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen. Jumlahnya sebanyak 4.350 kursi per hari.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.