Menlu Retno: Filipina, RI, dan Malaysia Bahas Soal Marawi Lusa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia akan menggelar pertemuan trilateral bersama Filipina dan Malaysia perihal pemberantasan teroris di Marawi, Filipina, pekan ini. Hal ini mengingat situasi terorisme di Marawi telah memaksa Filipina menerapkan martial law atau darurat militer.

    "Lusa ini akan ada pertemuan trilateral (bersama Filipina dan Malaysia untuk membahas Marawi). Saya juga sudah menyampaikannya pada presiden tadi, kesiapannya seperti apa," ujar Retno setelah bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa, 20 Juni 2017.

    Baca juga: 17 WNI Berhasil Dievakuasi dari Marawi ke Davao

    Rencananya, kata Retno, pertemuan trilateral itu akan dihadiri berbagai unsur. Beberapa di antaranya adalah menteri pertahanan dari masing-masing negara, yaitu Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Hishammuddin Tun Hussein, dan Menteri Pertahanan Filipina Delfin N. Lorenzana.

    Selain menteri pertahanan dari masing-masing negara, akan hadir unsur-unsur kepolisian atau lembaga yang berkaitan dengan terorisme. Misalnya adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian ataupun Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius.

    Retno melanjutkan, pertemuan itu sendiri adalah inisiatif dari Indonesia. Namun, digelar di Manila, Filipina, karena Menteri Pertahanan Filipina tidak bisa meninggalkan negaranya di tengah darurat militer.

    "Harapannya, pertemuan (yang membahas soal Marawi) itu akan menghasilkan satu kerja sama penanganan terorisme yang dapat dilakukan dalam konteks trilateral di wilayah kita," ujar Retno.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.