OTT Lagi, KPK Tangkap Istri dan Gubernur Bengkulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Bengkulu, Ridwan Mukti (kiri) dan Rohidin Mersyah (kanan), berpose sebelum menerima petikan Keppres di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Bengkulu, Ridwan Mukti (kiri) dan Rohidin Mersyah (kanan), berpose sebelum menerima petikan Keppres di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COBengkulu - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap istri Gubernur Bengkulu, Lily Martiani Maddari, dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, serta beberapa pengusaha di bidang kontraktor, Selasa, 20 Juni 2017. Mereka langsung dibawa ke Markas Polda Bengkulu untuk diperiksa.

    "Memang ada, tapi kami tidak tahu secara pasti terkait dengan perkara apa, kami hanya mengamankan," kata Kepala Subdirektorat Penerangan Masyarakat Polda Bengkulu Komisaris Mulyadi, Selasa, 20 Juni 2017.

    Baca: OTT KPK di Mojokerto, Begini Kronologi Penagkapan 4 Orang

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, Lili Maddari terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK di rumah pribadinya di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu, sekitar pukul 10.30 WIB. Di rumah tersebut Lili sedang menerima pengusaha.

    Lili kemudian langsung dibawa ke Markas Polda Bengkulu bersama dua orang pengusaha di bidang kontraktor. Tak lama kemudian, Gubernur Ridwan Mukti digelandang ke Markas Polda. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari tim KPK terkait dengan OTT tersebut. 

    Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap pejabat dan pimpinan DPRD Kota Mojokerto, Jawa Timur. Penangkapan ini terkait dengan pemberian sejumlah uang kepada pimpinan DPRD untuk pengalihan anggaran pemerintah setempat.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.