Ketua MPR : Indonesia Maju dengan Pancasila dan Rasa Saling Percaya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR : Indonesia Maju dengan Pancasila dan Rasa Saling Percaya

    Ketua MPR : Indonesia Maju dengan Pancasila dan Rasa Saling Percaya

    INFO NASIONAL - Seluruh bangsa-bangsa di dunia dengan metodenya masing,-masing berupaya menghadapi tantangan global demi kemajuan bangsanya. Bagaimana dengan Indonesia?

    Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan jangan sampai generasi muda Indonesia tertinggal.

     "Kuncinya kuasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Saya yakin generasi Indonesia bisa maju dan unggul dari bangsa bangsa lain," ujarnya.

    Hal ini disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan di hadapan 1000 pelajar se Jawa Barat dalam Gathering Citizen Journalism Interdependen se Jabar di Aula Disdik Prov. Jabar, Kamis (15/6)

    Zulkifli Hasan mengingatkan di era persaingan bebas ini, yang bersungguh sungguh dan yang mau bekerja keras yang akan unggul. "Bung Karno sudah ingatkan jangan sampai kita jadi kuli di negeri sendiri dan kuli di negeri orang lain," katanya.

    Namun pintar saja tidak cukup. Zulkifli Hasan meyakinkan perlunya membangun rasa saling percaya sesama anak bangsa.

    "Percaya sesama rakyat, rakyat percaya dengan pemerintah dan pemerintah tidak curiga pada rakyatnya. Sehingga kita semua fokus mendukung pemerintah membangun bangsa," imbuhnya.

    Terakhir, Zulkifli Hasan mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

     "Indonesia dibangun dengan mimpi bersama sebagai bangsa. Fondasinya adalah nilai nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat," tegasnya.

    "Nilai itu mewujud dalam Pancasila. Bayangkan Iptek, Saling Percaya dan Pancasila jadi satu kesatuan. Saya optimis Indonesia maju, unggul dan sejahtera," tutupnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.