Lulus SBMPTN 2017, Musa Izzanardi Dapat Perhatian Khusus ITB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musa Izzanardi Wijanarko, 13 tahun, peserta ujian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri termuda di Bandung. TEMPO/Yanti Herawati

    Musa Izzanardi Wijanarko, 13 tahun, peserta ujian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri termuda di Bandung. TEMPO/Yanti Herawati

    TEMPO.CO, Bandung - Lolosnya Musa Izzanardi Wijanarko, peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2017 berusia 14 tahun, menjadi perhatian Institut Teknologi Bandung (ITB). Izzan, panggilannya, diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB).

    "Usia Izzan masuk usia Sekolah Menengah Pertama, tapi sebentar lagi pada Agustus jadi mahasiswa," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Bermawi Priyatna terkait lolosnya Izzan dalam SBMPTN 2017, Kamis, 15 Juni 2017.

    Baca juga: Pengumuman SBMPTN, Anak 14 Tahun Diterima di Fakultas MIPA ITB

    Tahun lalu Izzan mulai ikut SBMPTN dan memilih Fakultas MIPA ITB. Usianya yang termuda sebagai peserta tes. Kali itu dia gagal. Kini ia ikut lagi dan berhasil lolos.

    "Perlu perhatian khusus dari setiap dosen yang mengajar Izzan. Sangat baik jika orang tuanya bertemu dengan Dekan Fakultas MIPA," ujar Bermawi.

    Izzan merupakan salah satu dari 1.714 peserta SBMPTN 2017 yang lolos tes. Jumlah peminat SBMPTN ke ITB pada tahun ini, kata Bermawi, berjumlah 32.444 orang pendaftar. "Atau dengan rasio keketatan 18,93," kata dia.

    Ibu kandung Izzan, Yanti Herawati, mendapat kabar dari Izzan melalui sambungan telepon bahwa anaknya itu lolos masuk di Fakultas MIPA ITB pada SBMPTN 2017. Menurut Yanti, Izzan memang bercita-cita menjadi ilmuwan fisika nuklir. Bahkan Izzan ingin kelak bisa terlibat dalam pembuatan reaktor nuklir untuk menghasilkan energi listrik yang aman.

    ANWAR SISWADI | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.