Pengumuman SBMPTN, Kuota Bidikmisi 2017 Dipatok 80 Ribu Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta ujian SBMPTN menunggu giliran sesi dua di ITB, Bandung, 16 Mei 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Peserta ujian SBMPTN menunggu giliran sesi dua di ITB, Bandung, 16 Mei 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini pengumuman SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meminta para rektor untuk menerima semua peserta beasiswa Bidikmisi yang lolos masuk PTN. Masalah kuota nanti bisa dialihkan.

    "Kami minta rektor menerima semua peserta Bidikmisi yang lolos SBMPTN, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan seleksi mandiri," kata Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Intan Ahmad dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

    Baca: Masih Ada Peluang Masuk PTN Bagi yang Gagal SBMPTN

    Menurut menjelaskan, semua peserta Bidikmisi tersebut diterima terlebih dulu meskipun sudah melebihi kuota perguruan tinggi itu. "Jadi tolong diterima dulu karena tidak semua perguruan tinggi memenuhi kuota. Jadi nanti yang tidak memenuhi, kuotanya bisa dialihkan," kata Intan Ahmad.

    Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

    Baca: Sebanyak 148.066 Peserta Lolos SBMPTN 2017

    Peserta Bidikmisi yang lulus seleksi PTN akan dilakukan verifikasi kelayakan dan verifikasi kuota oleh perguruan tinggi penerima. Jumlah kuota Bidikmisi 2017 adalah 80 ribu orang. Jika jumlah peserta Bidikmisi di perguruan tinggi lebih besar dari kuota, setiap perguruan tinggi diharapkan membantu calon mahasiswa dari kalangan tidak mampu sesuai dengan skema yang ditetapkan masing-masing perguruan tinggi.

    Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan, pernah mengalami kekurangan kuota. "Skema yang digunakan untuk mengatasi kekurangan kuota Bidikmisi di IPB adalah dengan menggunakan bantuan beasiswa dari alumni. Beberapa waktu lalu terkumpul Rp 1,4 miliar," kata Herry. Pengumuman SBMPTN dibuka pukul 14.00 WIB

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.