Senin, 26 Februari 2018

JK Berharap Masalah Qatar di Kawasan Teluk Tuntas Melalui Dialog

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 8 Juni 2017 12:28 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JK Berharap Masalah Qatar di Kawasan Teluk Tuntas Melalui Dialog

    Wapres JK memantau demo super damai 212 di ruang kerjanya, 2 Desember 2016. Setwapres/Husain Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK berharap ketegangan yang terjadi antara Qatar dengan negara-negara tetangganya di Kawasan Teluk tidak berlanjut. Usai menghadiri acara buka puasa di Hotel Mulia, kemarin, Kalla mengatakan peristiwa yang terjadi di kawasan Timur Tengah akan berdampak ke masa depan.

    "Saya kira masalah Qatar dengan (Arab) Saudi bisa selesai dengan dialog," kata JK di Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017. Pemerintah Indonesia, ucapnya, saat ini masih mempelajari akar persoalan yang terjadi antara Qatar dengan negara tetangganya.

    Baca juga:
    8 Seruan MUI untuk Konflik Diplomatik di Kawasan Teluk

    Kalla menilai sejauh ini Indonesia memilih untuk mengupayakan cara-cara damai untuk mengatasi persoalan yang terjadi. "Posisi Indonesia tidak berpihak ke mana pun," ucapnya.

    Awal pekan ini Arab Saudi secara mengejutkan memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah itu ditempuh lantara Arab Saudi menuding Qatar mendukung kelompok teroris di antaranya Ikhwanul Muslimin, al-Qaeda, HoutHi, dan ISIS di sejumlah negara.

    Belakangan negara-negara tetangga lainnya, yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Yaman mengikuti langkah Arab Saudi. Pemerintah Qatar sendiri sudah membantah tudingan Arab.

    Lebih lanjut, Wapres JK meminta kepada warga negara Indonesia yang berada di Qatar untuk tenang. Menurut dia, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia terus memantau perkembangan yang terjadi di Qatar. "Kami sudah dilaporkan. Kemenlu sedang mempelajarinya," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.