Sebagian Dana Asian Games 2018 dari Anggaran Olympic Center

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana renovasi kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 23 Mei 2017. Asian Games 2018 digelar di Jakarta dan Palembang, serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung seperti Lampung, Jawa Barat, dan Banten. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana renovasi kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 23 Mei 2017. Asian Games 2018 digelar di Jakarta dan Palembang, serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung seperti Lampung, Jawa Barat, dan Banten. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah bakal menggunakan sebagian dana dari dari anggaran proyek Olympic Center Cibubur, Jakarta Timur, untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

    "Dari Olympic Center, nanti diambil bagian anggaran yang semestinya untuk perguruan tinggi atau science," ujar Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan, saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 7 Juni 2017.

    Baca: Wapres Jusuf Kalla Promosikan Asian Games ke Jepang

    Sebagaimana diketahui, saat ini, panitia penyelanggara Asian Games 2018 atau INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committee) baru memiliki dana kegiatan sekitar Rp500 miliar. Uang yang belum lama cair ini berasal dari APBN 2017.

    Jumlah dana ini tidak mencukupi untuk penyelenggaraan Asian Games 2018. Berdasarkan estimasi yang dibuat oleh INASGOC dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Indonesia membutuhkan maksimal Rp8,7 triliun atau minimal Rp4 triliun untuk menyelenggarakan event Asian Games.

    Baca: Asian Games, Menpora Optimis Indonesia Tembus Delapan Besar

    Maka, pemerintah atau INASGOC mulai bergerilya mencari suntikan dana segar. Terkait dana pengalihan dari Olympic Center, Mardiasmo mengampaikan nilainya kurang lebih Rp465 miliar. Adapun pencairannya bisa dilakukan tahun ini.

    Mardiasmo menambahkan bahwa dana Rp465 miliar itu bukan satu-satunya dana yang akan diterima penyelenggara. Dia mengungkapkan ada anggaran untuk Asian Games sebesar Rp1,5 triliun pada APBN Perubahan 2017.

    "INASGOC mengusulkan anggaran Rp1,8 triliun, tapi yang masuk APBNP hanya Rp1,5 triliun. Nah, Rp465 miliar dari Olympic Center bisa menutupi kekurangannya," ujar Mardiasmo. Mardiasmo tak menampik kemungkinan dana Rp1,5 triliun dan Rp465 miliar itu dicairkan bersamaan.

    Secara terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memberikan perkembangan terbaru perihal suntikan dana segar dari sponsor. Berdasarkan perkembangan terbaru yang ia dengar, belum ada nama perusahaan yang sudah pasti akan menjadi sponsor.

    Walau begitu, kata ia, INASGOC terus berusaha menjajaki calon-calon sponsor potensial. Ia pun mengklaim Kementerian BUMN antusias menolong panitia penyelenggaran untuk mendapat sponsor dari perusahaan pelat merah.

    "Soal sponsor, masih bisa berkembang. Kalaupun ada tahun ini, kemungkinan dicairkan tahun depan," ujar Imam. Sebagai catatan, dalam sejumlah rapat, INASGOC memprediksi dana sponsor bisa mencapai minimal Rp1,5 triliun.

    Imam mengaku optimistis masalah anggaran ini bisa terpecahkan. Menurutnya, tidak ada kendala signifikan yang bisa menghalangi penyelenggara mendapat dana. Untuk tahun 2018 pun, kata dia, INASGOC potensial mendapat Rp1,7 triliun dari APBN 2018.

    "Kurang lebih Rp1,8 triliun untuk tahun ini, Rp1,7 triliun untuk 2018. Belum termasuk sponsor. Jadi, (kebutuhan) masih bisa tercukupi," kata dia meyakini.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.