Pilgub Jatim, PDIP Surabaya Sodorkan Risma Lewat Jalur Khusus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mengajukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Pencalonan itu disebut berbeda dengan jalur yang ditempuh calon kandidat lainnya.

    Dalam mekanisme penjaringan bakal calon gubernur, PDIP membuka dua jalur, yakni jalur eksternal bagi khalayak umum dan jalur usulan melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bagi internal partai.

    “Karena Bu Risma kader partai, beliau diajukan lewat usulan internal,” ujar Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri saat dihubungi Tempo, Senin, 5 Juni 2017.

    Baca: Diajukan sebagai Bakal Calon Gubernur Jatim, Risma Irit Bicara

    Syaifuddin mengatakan keputusan pengajuan nama wali kota perempuan pertama Surabaya itu menindaklanjuti hasil Rakorda PDIP Jawa Timur beberapa waktu lalu. DPP PDIP, kata dia, mengimbau seluruh DPC se-Jawa Timur agar mengusulkan nama-nama kader potensial untuk maju ke kontestasi pemilihan gubernur pada 2018.

    Seusai Rakorda tersebut, DPC PDIP Surabaya mengadakan rapat internal pada Jumat, 2 Juni. Hasilnya, Risma dinilai potensial dan mempunyai kemampuan baik dalam melaksanakan pemerintahan serta populer di mata publik, sehingga layak dicalonkan menjadi bakal calon gubernur.

    Menurut Syaifuddin, pengajuan satu orang kader menuju pilgub Jawa Timur merupakan bentuk tanggung jawab dan kewenangan DPC sesuai dengan peraturan pimpinan PDIP pusat. “Internal punya kewajiban menilai siapa yang layak, ya kami usulkan,” ucapnya.

    Baca: Pilgub Jawa Timur, PAN Akan Menimbang Gus Ipul dan Khofifah

    DPC PDIP Surabaya telah mengurus administrasi pendaftaran nama Risma. Meski begitu, pihaknya tak merasa harus meminta kesediaan Risma. Syaifuddin berpendapat, nama-nama kader internal yang potensial akan dikaji kelayakannya dan disaring lagi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

    “Nanti setelah proses verifikasi dan penjaringan yang dilakukan DPP, apakah (Risma) siap atau tidak,” ucapnya.

    Adapun Wali Kota Tri Rismaharini memilih bungkam saat dimintai komentar perihal pencalonan dirinya. Ditemui di Balai Kota Surabaya, Sabtu, 3 Juni 2017, ia hanya mengerutkan dahi dan memasang wajah masam.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf telah mengambil formulir pendaftaran calon gubernur di kantor PDIP Jawa Timur pada hari pertama pembukaan pendaftaran, Kamis, 1 Juni 2017. PDIP Jawa Timur membuka kesempatan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur hingga 14 Juni 2017.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.