Penyebab Ketua DPR Minta Ulama Jaga Umat dari Hasutan Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Islam Versus Teroris

    Ilustrasi Islam Versus Teroris

    TEMPO.CO, Gresik - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta para ulama berperan dalam antiterorisme di Indonesia khusunya dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Menurut dia, para ulama dapat menjaga umat Islam dari hasutan para pelaku teror.

    “Saya yakin, kiyai dan alim ulama di Gresik dapat membentengi umat melalui ajaran Islam yang menyejukan. Islam sebagai Rahmatan lil Alamin,” kata Setya Novanto saat berkunjung ke Kabupaten Gresik, Jumat, 2 Mei 2017.

    Baca : RUU Antiterorisme, Pakar: TNI Dapat Masuk dengan Kategori Perang

    Setya menjelaskan sebagai komitmen dalam mencegah dan memerangi terorisme, pihaknya dan pimpinan lembaga negara lain telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka bersepakat untuk mempercepat pembahasan Revisi Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme)

    “Penanggulangan terorisme harus melibatkan semua pihak, baik TNI maupun Polri, dan tentunya masyarakat luas,” ujar Setya.

    Rangkaian aksi teror kembali terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia pada bulan lalu. Sebuah bom meledak di Manchester Arena pada Senin, 22 Mei 2017, seusai konser penyanyi Ariana Grande.

    Keesokan harinya militan ISIS terlibat aksi baku tembak dengan petugas keamanan di Marawi, Mindanao, Filipina. Terakhir dua buah bom bunuh diri meledak di Terminal Kampung Melayu, Jakarta pada 24 Mei 2017 yang menewaskan lima orang serta melukai sepuluh orang lainnya.

    Simak juga : Revisi UU Antiterorisme, Panglima Sebut Teroris Kejahatan Negara

    Guna melawan aksi teror, pemerintah pun meminta DPR mempercepat penyelesaian RUU Terorisme. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto secara berturut-turut menemui pimpinan MPR dan DPR guna meminta pembahasan RUU ini segera diselesaikan.

    Sementara itu, Ketua panitia khusus pembahasan RUU Antiterorisme, Muhamad Syafii, mengatakan pansus telah membahasa lebih dari 50 persen daftar inventaris masalah. Ia berharap RUU ini dapat segera selesai pada tahun ini.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.