Komnas HAM Kecam Persekusi Karena Melanggar Kebebasan Berpendapat

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Stop Persekusi di Media Sosial

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengecam keras aksi persekusi yang dilakukan sekelompok orang yang belakangan ramai dibicarakan. Terakhir, persekusi diketahui terjadi terhadap anak berumur 15 tahun di Cipinang Muara, Jakarta Timur.

"Tindakan persekusi tersebut melanggar hak atas kemerdekaan berpendapat dan melanggar prinsip negara," ujar M. Imadadun Rahmat, Komisioner Komnas HAM dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Juni 2017.

Baca :
FPI Dampingi 2 Terduga Pelaku Persekusi yang Ditangkap Polisi

Korban Persekusi Cipinang Muara Trauma dan Diusir dari Kontrakan

Ia pun meminta kepada Polri agar mengambil tindakan proaktif untuk melindungi para target maupun korban persekusi. Komnas HAM juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangani kasus ini. Dalam kasus di Cipinang Muara, kepolisian langsung mencari korban dan mengevakuasinya tanpa adanya laporan terlebih dahulu.

Tindakan tegas dari kepolisian pun diharapkan bisa dilakukan terhadap persekusi. "Sebab dalam perspektif HAM persekusi adalah delik umum yang tidak perlu menunggu pengaduan," kata Imadadun.

Imadadun mendorong pemerintah mengambil tindakan terhadap akun media sosial yang terlibat dalam persekusi ini. Ia pun meminta agar Polri dan LPSK saling berkordinasi dalam hal perlindungan target maupun yang telah menjadi korban.

Simak pula :
Menkominfo Rudiantara: Persekusi di Internet Melanggar UU ITE  

Ketua MUI Larang Massa Lakukan Persekusi di Sosial Media

Aksi persekusi mulai ramai dilakukan baru-baru ini. Korban persekusi umumnya mengunggah konten terkait ulama dan agama. Umumnya unggahan itu dinilai sebagai olok-olokan dan penghinaan.

Komnas HAM mengimbau masyarakat agar tidak melakukan persekusi. "Kami menyerukan kepada masyarakat untuk menempuh jalur hukum dan tidak melakukan persekusi dan main hakim sendiri jika terdapat dugaan penghinaan terhadap seseorang," tutur Imadadun.

EGI ADYATAMA






Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

24 hari lalu

Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

Forum R20 Bali menyepakati bahwa istilah minoritas juga mesti dipandang dalam perspektif penderitaan atas diskriminasi dan persekusi.


Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

22 September 2022

Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

Mengapa Suciwati kecewa cara penyelesaikan kasus pembunuhan Munir dan pelanggaran HAM berat lain di era Jokowi?


Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

6 Juli 2022

Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

Rekan kerja guru di Depok yang sindir Rizieq Shihab soal penutupan Holywings kaget mengetahui Eni Rohaeni aktif di medsos.


Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

5 Juli 2022

Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

Setelah mengalami persekusi akibat cuitannya soal Rizieq Shihab, guru SD itu minta maaf kepada Rizieq dan pengikutnya.


Terjebak Lingkaran Setan Binary Option

2 Februari 2022

Terjebak Lingkaran Setan Binary Option

Para investor atau trader binary option merugi akibat skema perjudian berkedok investasi itu.


Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

6 September 2021

Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean, menjelaskan kondisi pegawai KPI itu imasih sangat trauma akibat pelecehan seksual dan perundungan bertahun-tahun.


Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

3 September 2021

Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

Lebih dari 60 juta pekerja pernah mengalami perisakan. Sebanyak 70 persen pelaku bullying adalah laki-laki, dan sisanya perempuan.


Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

18 Januari 2021

Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

Setara Institute mengingatkan aturan mengenai partisipasi masyarakat harus jadi perhatian dalam Perpres Pencegahan Ekstremisme.


Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

21 Desember 2019

Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

Hendra Aprianto mengaku bahwa insiden dengan dua anggota Banser NU yang terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 dipicu rasa kesal.


Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

Pelaku persekusi terhadap dua anggota Banser NU, Hendra Aprianto, mengaku sudah cukup lama bergabung dengan organisasi masyarakat atau ormas.