Miko Dilepas, Kasus yang Ditangani Novel Baswedan Disisir Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat menjelaskan kenaikan status Firza Husein menjadi tersangka kasus pornografi, di Polda Metro Jaya, 16 Mei 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat menjelaskan kenaikan status Firza Husein menjadi tersangka kasus pornografi, di Polda Metro Jaya, 16 Mei 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk berkoordinasi terkait dengan kasus penyerangan Novel Baswedan. Argo mengatakan hari ini, Jumat, 19 Mei 2017, ia didampingi oleh Direktur Kriminal Umum dan seluruh staf.

    ”Kami akan koordinasi berkaitan dengan penanganan kasus Novel Baswedan sejauh mana,” kata Argo Yuwono di gedung KPK, Jumat, 19 Mei 2017.

    Baca juga:
    Miko Punya Alibi Kuat, Dugaan Menyerang Novel Baswedan Gugur

    Argo mengatakan timnya akan mencari tahu kasus-kasus yang tengah ditangani Novel saat ini. Tujuannya adalah mencari tahu kasus mana yang berpotensi berkaitan dengan penyerangan terhadap Novel.

    ”Ada beberapa kasus yang pernah ditangani oleh Pak Novel. Kasus apa yang besar yang sedang ditangani? Semuanya berpotensi enggak? Berpotensi semua di situ kasus-kasus yang besar. Jadi kami perlu melakukan penyelidikan,” kata Argo.

    Baca pula:
    Terduga Penyerang Novel Baswedan, Mico Ditangkap Bersama Miryam

    Hingga Jumat hari ini, polisi belum berhasil menangkap pelaku yang menyerang Novel dengan air keras pada April lalu. Beberapa kali polisi menangkap orang, tapi selalu melepasnya.

    Sebanyak lima orang pernah diciduk karena dicurigai sebagai pelaku penyerangan. Mereka adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, Lestaluhu, dan Miko. Menurut Kapolri Tito Karnavian, Miko diciduk bareng Miryam S. Haryani, tersangka pemberi kesaksian palsu dalam sidang korupsi e-KTP.

    Argo mengatakan Miko dilepas karena terbukti tak ada di lokasi saat peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan berlangsung. Miko, kata Argo, ada di Pengalengan, Bandung, pada saat itu. “Dia jarang ada di Jakarta,” katanya.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Simak:
    Pasca-Teror Novel Baswedan, KPK Ajukan Perlengkapan Senjata Api



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.