Dosen ITB Meninggal Diduga Bunuh Diri, Psikolog: Akibat Depresi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suryo Utomo, dosen ITB yang hilang. facebook.com

    Suryo Utomo, dosen ITB yang hilang. facebook.com

    TEMPO.CO, Bandung – Dosen muda Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Suryo Utomo, 30 tahun, yang jenazahnya ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur, dinilai mengalami depresi hingga memutuskan bunuh diri. Psikolog klinis dari Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Aulia Iskandarsyah, mengatakan kasus bunuh diri bisa diakibatkan oleh depresi. Sebab lainnya adalah karena halusinasi pada orang dengan gangguan jiwa skizofrenia.

    Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menyatakan hasil autopsi yang dilakukan tim di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur membuktikan Suryo Utomo meninggal akibat bunuh diri. Indikasi bunuh diri itu terlihat dari luka sayatan di lengan, luka benturan di kepala, dan beberapa tulang patah karena benturan. Selain itu, polisi menemukan luka bakar di bagian kaki Suryo dan adanya bau bensin yang masih tercium di tubuh korban.

    Dari temuan polisi seperti itu, kata Aulia, faktor halusinasi terbantahkan. “Dengan perencanaan seperti itu, lebih mengarah ke gejala depresi,” katanya, Selasa sore, 16 Mei 2017.

    Baca juga: Kasus Dosen ITB Hilang, Jenazahnya Terdapat Luka Bakar

    Menurut Aulia, ada empat gejala orang depresi yang bisa dikenali orang dekatnya seperti keluarga. Pertama, depresi terlihat dari gejala kognitif. Orang merasa dirinya sial terus dan curiga ke orang lain. Hal itu bisa diketahui dari tulisan atau cerita langsung (curahan hati) ke orang lain yang dipercaya.

    Kedua, gejala secara emosional yang dapat berupa perasaan sedih, kecewa, sakit hati, dan dapat berlangsung berkepanjangan. “Bisa cerita tapi hanya sebentar, setelah itu mood-nya turun lagi,” kata psikolog berusia 36 tahun itu.

    Kemudian, ketiga gejala motivasional yang menunjukkan ketidakberdayaan diri dan merasa tidak bertenaga. Misalnya berperilaku seperti menarik diri dari lingkungan atau teman. Keempat, gejala lainnya, seperti gelisah, sulit tidur, nafsu makan turun, atau kurang gairah untuk beraktivitas. “Bunuh diri menjadi perilaku terakhir orang dengan gejala depresi,” katanya.

    Simak pula: Polisi Duga Dosen ITB Suryo Utomo Meninggal Bunuh Diri

    Dengan adanya tanda gejala seperti itu, Aulia menyarankan agar keluarga membawa kerabatnya tersebut ke psikolog atau psikiater untuk dilakukan pendekatan persuasif lebih dulu.

    ANWAR SISWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.