Satu Korban Tanah Longsor di Luwu Timur Berhasil Dievakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR bersama warga mengevakuasi korban longsor di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 12 Mei 2017. ANTARA/Stringer

    Tim SAR bersama warga mengevakuasi korban longsor di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 12 Mei 2017. ANTARA/Stringer

    TEMPO.CO, Makasar - Satu korban tanah longsor di Dusun Harapan Makmur Desa Maliwowo Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur berhasil dievakuasi. Korban bernama Erna yang tertimbun tanah dievakuasi pada Sabtu 13 Mei, sekitar pukul 09.00 Wita.

    "Korban yang meninggal satu orang sudah berhasil dievakuasi tadi pagi," kata Kadek Suarta, Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur kepada Tempo, Sabtu 13 Mei 2017.

    Baca: Seorang Korban Longsong Luwu Timur Masih dalam Proses Evakuasi

    Menurut dia, selama evakuasi tim BPBD dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Tim SAR, Polri, TNI dan tim relawan. "Ini semua tim yang bantu kita evakuasi korban longsor. Pak Bupati juga ikut turun evakuasi korban yang tertimbun tadi pagi," tutur dia.

    Kadek mengatakan bahwa saat ini situasi sudah mulai kondusif karena jalan poros Trans Sulawesi sudah bisa dilalui kendaraan operasional untuk pemindahan material longsor. "Tapi jalan belum dibuka untuk umum."

    Saat ini tim penanganan bencana longsor masih melakukan pendataan. Dia menyebutkan bahwa jumlah kartu keluarga yang ada di Dusun Makmur itu ada 47. Namun, jumlah yang terkena dampak bencana belum bisa dipastikan. "Jumlah total KK yang terkena dampak masih kita data. Tapi ada lima rumah yang rusak berat," kata dia.

    Baca: BNPB: 7 Korban Longsor di Luwu Timur Sudah Diketahui Identitasnya

    Ketua BPBD Sulawesi Selatan, Syamsibar, menuturkan pihaknya saat ini tengah menuju lokasi bencara membawa bantuan berupa sembako. Ia mengatakan, nantinya proses memberian bantuan akan melalui tingkat kabupaten hingga nasional. "Kami sedang dalam perjalanan membawa bantuan," tuturnya.

    Ia menjelaskan proses bantuan yang pertama akan difokuskan ke kabupaten. Setelah itu, ia melanjutkan, baru provinsi lalu pusat. "Korbannya kan banyak, lima rumah yang rusak berat. Jadi ada perhatian dari Pak Gubernur supaya menyuruh saya langsung ke lokasi," ucap dia.

    Sebelumnya tujuh orang meninggal tertimpa material tanah longsor pada Jumat pagi 12 Mei 2017, sekitar pukul 05.30 Wita. Korban meninggal terdiri dari empat laki-laki yakni Darwis, Oga, Sul dan Haerul, serta tiga wanita yaitu Nanni, Erna dan Sri. Selain itu, korban yang mengalami luka-luka, yaitu Sandi, Ical, Cummang, Sindi, Mama Sandi, Mama Candra dan Emi.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.