Rute-rute Baru Trans Jogja di Yogyakarta, ke Mana Saja Trayeknya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Trans Jogja. TEMPO/Arif Wibowo

    Bus Trans Jogja. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Perhubungan DI Yogyakarta dan operator bus Trans Jogja, PT Anindya Mitra Internasional (AMI) bersepakat untuk mengaktifkan jalur baru Trans Jogja setelah adanya dialog dengan angkutan bus perkotaan. Jalur baru Trans Jogja itu antara lain 5A, 5B, 6A, dan 6B.

    “Pekan ini, sebelum tanggal 15 Mei 2017, jalur baru itu sudah beroperasi,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DIY Gatot Saptadi, Senin, 8 Mei 2017.

    Baca juga:

    Pengelolaan Trans Jogja Disiapkan Satu Atap

    Gatot menuturkan, polemik rencana realisasi jalur baru Trans Jogja dengan bus perkotaan sebelumnya hanya karena kesalahpahaman. Dari pihak bus perkotaan menilai jalur baru itu akan menimbulkan kebersinggungan berupa hilangnya penumpang akibat beroperasinya Trans Jogja.  “Halte Trans Jogja di jalur baru tidak akan ditempatkan di titik berkumpulnya penumpang bus perkotaan, jadi tidak akan bersinggungan, ” ujar Gatot.

    Direktur PT AMI Dyah Puspitasari menuturkan untuk pengoperasian jalur baru Trans Jogja ini, masing-masing jalur rencananya didukung dengan empat armada. “Jalur baru ini kebanyakan di bagian barat Yogya,” ujar Dyah. Perluasan jalur di arah barat ini untuk menghindari agar tidak terjadi lagi penumpukan penumpang di wilayah kota Yogyakarta saja.

    Baca pula:
    Korupsi Duit Trans Jogja Bekas Pejabat Dihukum

    Adapun jalur atau trayek 5A Trans Jogja meliputi cakupan antara lain Simpang empat Seturan-Jalan Ringroad Utara- Simpang empat Condong Catur- sismpang empat Kentungan-Jalan Kaliurang-Kampus UGM –Simpang Empat Karangjati –Jalan AM Sangaji-hingga Terminal Jombor.

    Untuk Jalur 5B meliputi Terminal Jombor-Kampus Magister Manajemen UGM- Ring Road Utara-Budnaran UGM-Terban-Jalan Magelang-Terminal Jombor.

    Silakan baca:

    Trans Jogja Batal Buka Jalur Baru

    Sedangkan Jalur 6A antara lain meliputi Jalan Wahid Hasyim (Ngabean)-Simpang empat Patang Puluhan- Simpang Empat Madukismo- Ring Road Selatan-Gamping-Jalan Wates. Untuk jalur 6B Trans Jogja hampir sama dengan jalur 6A.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DIY Gatot Saptadi menambahkan, pihak bus perkotaan tak perlu khawatir dengan operasional jalur baru Trans Jogja karena Trans Jogja memiliki pola kerja berbeda dengan bus perkotaan. “Trans Jogja hanya ambil penumpang di halte, tidak bisa ngetem, tak ada penumpang di halte ya tinggal,” ujar Gatot.

    Dengan berlakunya jalur baru Trans Jogja ini, untuk rencana jalur baru lainnya seperti jalur 8 dan 10 akan ditunda dulu realisasinya menunggu evaluasi jalur baru yang diberlakukan.  Koordinator Paguyuban Kru Bus Perkotaan se-DI Yogyakarta Benny Susanto sebelumnya mengungkapkan kru dari lima badan koperasi bus perkotaan keberatan dengan rencana operasional jalur baru Trans Jogja khususnya di jalur 6A dan 6B . Sebab di jalur ini juga dilintasi jalur 15 bus perkotaan.

    "Jalur-jalur baru itu melintasi jalur yang sama dengan jalur bus perkotaan," ujarnya. Tabrakan trayek jalur bus perkotaan dan Trans Jogja ini dinilai bakal makin menggerus load factor atau keterisian penumpang bus perkotaan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.