Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Pendukung: Ini Tidak Adil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mendengar keputusan hakim yang memvonis Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 2 tahun penjara, pendukung banyak yang menangis histeris. Salah satu di antaranya seorang pria bertubuh gempal terlihat emosional. Ia berteriak-teriak mirip orang kesurupan.

    Baca: Ahok Ditahan di Cipinang, Ini Kejanggalan Vonis Penistaan Agama

    Ratusan pendukung Ahok yang mengawal jalannya sidang putusan kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, tak kuasa menahan kesedihan.

    Pria tadi terus berteriak sambil berjalan menuju ujung perempatan Jalan Harsono dan T.B. Simatupang. "Gua mau mati aja!...". Massa di sekitarnya berupaya menenangkannya.

    Baca: Kasus Penodaan Agama, Ahok Divonis 2 Tahun Penjara

    "Kamu anak Tuhan, tidak boleh begini," kata seorang wanita sambil mengelus bahu pria tersebut. Reaksi pendukung Ahok lainnya tidak jauh berbeda. Banyak yang geram dan berseru, "Ini tidak adil!".  Ratusan pendukung Ahok melakukan long march dari Ragunan menuju Rutan Cipinang, tempat Ahok ditahan.

    Jaksa penuntut umum, Ali Mukartono, mengatakan masih punya waktu seminggu untuk menentukan sikap. "Kami komunikasikan dulu dengan tim. "Undang-undang memungkinkan banding atau tidak?" ujar Ali  sembari menambahkan putusan majelis hakim mengharuskan terdakwa menjalani proses administrasi di Cipinang.

    ZARA | | IRSYAN HASYIM | YY

    Video Terkait:
    Ahok Divonis 2 Tahun, Massa Pendukung Long March ke Rutan Cipinang




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.