Apa Alternatif Buat Peserta yang Tak Lulus SBMPTN?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COMakassar - Panitia Lokal (Panlok) 82 Makassar telah menerima pendaftar 47.793 orang menjelang penutupan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa, 9 Mei 2017, pada pukul 17.00 Wita.

    "Hari ini terakhir pendaftaran hingga percetakan kartu ujian," kata Koordinator Hubungan Masyarakat SBMPTN 2017 Panlok 82 Makassar, Ishaq Rahman, kepada Tempo, Selasa.

    Baca: Pendaftar SBMPTN 2017 di Makassar Membludak Melebihi Kuota

    Menurut Ishaq, jumlah pendaftar sudah melampaui tahun lalu, yang hanya mencapai 44 ribu orang. Panitia juga sudah mengantisipasi membludaknya jumlah pendaftar dengan mempersiapkan ruangan ujian sesuai dengan kebutuhan. "Hingga kini belum ada kendala yang kami hadapi," ucapnya.

    Ishaq juga menjelaskan, bagi peserta SBMPTN yang tak lulus, bisa mendaftar melalui jalur mandiri. Jalur tersebut terbuka seusai pengumuman SBMPTN pada 13 Juni mendatang. "Kami tetap memberikan peserta kesempatan bagi yang ingin masuk Unhas melalui jalur mandiri," tuturnya.

    Baca: SNMPTN dan SBMTPN, Ini Empat Fakultas Langganan Favorit di ITB

    Pada tahun ini, dia melanjutkan, Universitas Hasanuddin akan menerima 30 persen mahasiswa baru melalui jalur mandiri atau berjumlah sekitar 1.590 orang. Total mahasiswa baru yang akan diterima Unhas sebanyak 5.295 orang, di antaranya melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN masing-masing disiapkan kuota 35 persen.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.