Umumkan Pembubaran HTI, Wiranto Dapat Apresiasi Karangan Bunga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua karangan bunga yang dikirim ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto setelah mengumumkan akan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia. TEMPO/YOHANES PASKALIS

    Dua karangan bunga yang dikirim ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto setelah mengumumkan akan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia. TEMPO/YOHANES PASKALIS

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa jam setelah mengumumkan rencananya pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia atau  HTI, 2 buah karangan bunga muncul di halaman kantor Menteri Koordinator politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Senin sore, 8 Mei 2017. Ditilik dari pesan yang tersemat di karangan bungan, pengirim bermaksud mengapresiasi Wiranto.

    Nama 'Group Cinta Damai yang Anti Radikal' dan 'Group Blok Q Cinta Damai dan Lawan Radikalisme' tersemat di papan karangan bunga tersebut. Para pengirim sepertinya mengapresiasi langkah Wiranto dalam menghadapi isu munculnya organisasi masyarakat penentang Pancasila.


    Baca: Pemerintah Bubarkan HTI, Wiranto: Aktivitasnya Mengancam NKRI

    "Terima kasih Pak Wiranto atas langkah yang akan diambil membubarkan ormas yang berlawanan dengan asas Pancasila," begitu yang tertulis pada salah satu karangan bunga tersebut.

    Dua benda yang tampak baru itu belum terlihat saat Tempo mendatangi kantor Wiranto, Senin pagi. "Masuknya sekitar pukul 16.30 WIB, diantar bersamaan," ujar salah seorang petugas keamanan Kemenkopolhukam yang menolak menyebut nama.

    Baca: Pembubaran HTI, Wiranto: Akan Lewat Proses di Lembaga Peradilan

    Petugas keamanan pun tak menanyai identitas pengantar bunga tersebut bunga. "Tidak (ditanya), tadi memang diperbolehkan masuk." Karangan bunga pun belum terlihat saat Wiranto mengadakan konferensi pers, Senin siang, 8 Mei 2017.

    Wiranto mengumumkan rencana pemerintah membubarkan ormas HTI, yang aktivitasnya dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. "Aktivitas yang dilakukan (HTI) nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat," ujar Wiranto.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.